Istana Apresiasi Hukuman Berat Brigjen Teddy

Johan Budi SP, Juru Bicara Presiden Joko Widodo.
Sumber :
  • VIVA.co.id/doc setkab

VIVA.co.id – Majelis Hakim Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Brigjen Teddy Hernayadi terkait korupsi anggaran pembelian alat utama sistem persenjataan (alusista) di Kementerian Pertahanan.

img_title Kemhan Tepis Ada Larangan Hijab Bagi Kadet di Unhan

Menanggapi vonis tersebut, Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi mengatakan maling Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau uang negara harus tegas dihukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Maling anggaran, APBN atau uang negara, ya harus tegas saja dihukum. Itu juga kan wilayah yudikatif. Intinya ya harus ditindak tegas. Dia (Presiden) enggak akan intervensi," ujar Johan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 6 Desember 2016.

img_title Kemhan: Kapal Pesiar Milik Swasta Dipinjam Tanpa Biaya Sewa

Tak berbeda, Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, mengatakan tidak ada satu pun orang di negeri ini yang kebal hukum. Pramono memuji, putusan Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta itu adalah sebuah terobosan yang luar biasa.

"Ini kan baru pertama kali tindak pidana korupsi di dalam tubuh TNI diberikan hukuman maksimal yakni seumur hidup," ujar Pramono.

img_title DPR Tegaskan Kenaikan Tukin TNI hingga 90 Persen Tak Ganggu Efisiensi Anggaran, Ini Alasannya

Untuk itu, Pramono berharap, kasus Teddy akan menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin menggerogoti anggaran alutsista militer Indonesia untuk korupsi.

"Presiden mengamati, mendengar, mengetahui tentang hukuman itu. Beliau tidak pernah melakukan intervensi. Bahkan, mengapresiasi hukuman yang baru pertama kali terjadi ini," kata Pramono.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Imbas korupsi pengadaan alutsista senilai US$12,4 juta di Kementerian Pertahanan, Teddy divonis hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta.

Teddy terbukti menyelewengkan anggaran pembelian alutsista yang berasal dari APBN 2010-2014, ketika masih menjadi Kepala Bidang Pelaksanaan Pembiayaan Kementerian Pertahanan periode 2010-2014. Anggaran tersebut di antaranya untuk membeli helikopter Apache dan pesawat tempur F16. (ase)

Kepala Badan Cadangan Nasional Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Usai ASN Meninggal Saat Pendidikan Komcad, Kemhan Evaluasi Sistem Seleksi

Kementerian Pertahanan atau Kemhan bakal mengevaluasi sistem seleksi aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti pendidikan Komponen Cadangan (Komcad).

img_title
VIVA.co.id
29 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut