Bekraf Luncurkan Data Acuan Ekonomi Kreatif

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf membuka PRI
Sumber :
  • istimewa

VIVA.co.id – Badan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik meluncurkan data statistik ekonomi kreatif 2016. Data tersebut terdiri dari data makro ekonomi kreatif, yang meliputi produk domestik bruto, tenaga kerja, ekspor. Selain itu, ada juga data hasil survei khusus ekonomi kreatif.

img_title Kementerian Ekraf Luncurkan Tiga Inisiatif Strategis di WCCE 2026, Bidik 27,4 Juta Tenaga Kerja Kreatif

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf menyambut baik adanya hasil statistik dari ekonomi kreatif dan berharap dengan hasil ini akan menjadi dasar dalam pengembangan ekonomi kreatif di lndonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa ekonomi kreatif harus menjadi tulang punggung ekonomi nasional," kata Triawan dalam acara Launching Data Statistik Ekonomi Kreatif di Swiss-Bellhotel Jakarta pada Kamis, 8 November 2016.

img_title Podcast Indonesia Tembus Mancanegara, Industri Siniar Punya Potensi Ekonomi Besar

Badan Ekonomi Kreatif mendapat amanat presiden untuk mendorong pertumbuhan PDB ekonomi kreatif mencapai 6,75 persen, dengan serapan tenaga kerja sebesar 17 juta orang, serta nilai ekspor produk kreatif mencapai angka US$21,5 miliar pada tahun 2019.

Kemudian, Triawan mengungkapkan bahwa hasil data statistik dapat dijadikan sebagai acuan regulasi bidang ekonomi kreatif, serta sebagai rujukan bagi Bekraf dalam pembuatan kebijakan, serta evaluasi dari program unggulan yang telah dijalankan.

img_title Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Raw Vision Gelar YE Live di GBK Senayan Jakarta

Dia menyatakan, Bekraf sendiri akan terus berbenah ke depannya guna memfasilitasi ekonomi kreatif di Indonesia. Bekraf rutin melakukan evaluasi terhadap program unggulan yang telah dijalankan.

"Dengan begitu, harapannya pada 2017, ekonomi kreatif dapat mencapai pertumbuhan lebih baik daripada tahun sebelumnya, dan yang paling penting Bekraf mampu mencapai target yang telah diamanahkan oleh pemerintah,” ucapnya.

Sementara dalam kurun waktu 2010-2015, Kepala Badan Pusat Statistik, Suhariyanto, menyebutkan besaran PDB Bekraf telah mengalami kenaikan signifikan dari Rp525,96 triliun menjadi Rp852,24 triliun pada 2015, atau meningkat rata-rata sebesar 10,14 per tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, serapan tenaga kerja selama lima tahun dari ekonomi kreatif ini sebesar 15,9 juta orang. "Sampai 2015 saja serapan tenaga kerja sudah 15,9 juta orang, target sebesar 17 juta, jadi mudahlah mencapai target," ucapnya.

Angka-angka tersebut disokong oleh tiga sub sektor dominan, yaitu kuliner, fesyen, dan kriya. Nilai tersebut memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional berkisar 7,38 persen sampai 7,66 persen.

UKM/UMKM go digital.

Ekonomi Digital Ubah Cara UMKM Cari Pembeli, Reputasi Online Kini Jadi Penentu Penjualan

Ekonomi digital mengubah persaingan UMKM. Ulasan konsumen, reputasi online, dan konten media sosial kini berperan dalam meningkatkan kepercayaan dan penjualan.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut