Kemendag Klaim Harga Cabai Turun Secara Nasional

Kenaikan harga cabai
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

VIVA.co.id – Kementerian Perdagangan mengklaim, harga cabai merah per 8 Desember 2016, mengalami penurunan, setelah dalam beberapa bulan terakhir mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

img_title Insinyur Toyota Menangis Lihat Avanza Dipakai Begini

“Hari ini, harganya sudah mulai turun,” jelas Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat 9 Desember 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oke menjelaskan, harga cabai merah hari ini dibandingkan bulan lalu mengalami penurunan di sekitar 9,8-14,6 persen menjadi di kisaran Rp45.960-49.150 secara rata-rata nasional. Penurunan ini disebabkan berbagai faktor.

img_title Alasan di Balik Tingginya Harga Cabai

Misalnya, seperti pasokan cabai yang kembali meningkat ke pasar induk Keramat Jati sebesar 31 persen. Pada minggu kedua Desember, pasokan yang disuplai mencapai 3.300 ton, dari yang sebelumnya dipasok pada November sebesar 2.530 ton.

Meski begitu, naiknya tren kenaikan permintaan menjelang akhir tahun akan tetap diwaspadai oleh pemerintah. Sebab, hal tersebut akan berpotensi memberikan pengaruh terhadap kenaikan harga-harga komoditas.

img_title Harga Cabai Rawit Merah Hari Ini Tembus Rp114 Ribu, Pedasnya Sampai ke Kantong!

“Menghadapi Natal dan Tahun Baru, diperkirakan terjadi kenaikan permintaan barang kebutuhan pokok,” katanya.

Sebagai informasi, cabai merah sendiri menjadi salah satu komoditas yang memberikan andil terhadap perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), atau inflasi pada November lalu, yakni sebesar 0,19 persen, dengan rata-rata kenaikan 21,2 persen dari 76 kota IHK. (asp)

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir

Kemendagri Siapkan Tim Pantau Kenaikan Harga Cabai

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menyiapkan tim untuk memantau perkembangan harga cabai di daerah sekaligus mengevaluasi penanganan kenaikan harga komoditas tersebut.

img_title
VIVA.co.id
19 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut