Transmisi Kebijakan Moneter BI Bagaikan Peluru Kosong

Kantor pusat Bank Indonesia di Jakarta.
Sumber :
  • REUTERS/Iqro Rinaldi

VIVA.co.id – Bank Indonesia dalam beberapa bulan terakhir terus melonggarkan kebijakan moneternya demi mendorong permintaan. Namun, transmisi pelonggaran kebijakan moneter melalui jalur suku bunga masih belum terlalu efektif.

img_title BI Rate Turun Jadi 4,75 Persen, Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2025

Direktur Eksekutif Kebijakan Ekonomi dan Moneter dari Bank Indonesia, Juda Agung, mengungkapkan transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga sampai saat ini masih terus berlanjut. Baik itu terhadap suku bunga kredit, maupun suku bunga deposito.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penurunan suku bunga kredit sejak awal tahun hingga November 2016 baru sekitar 131 basis poin. Sedangkan penurunan suku bunga kredit, sepanjang awal tahun baru turun 67 basis poin. Juda memastikan, transmisi ini masih akan terus berlanjut.

img_title Rupiah Melemah Usai Pemangkasan BI Rate dan Penantian Langkah The Fed

“Jadi, transmisi kebijakan moneter masih akan terus berlangsung,” jelas Juda dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis 15 Desember 2016.

Juda mengakui, transmisi pelonggaran kebijakan moneter melalui jalur suku bunga masih belum efektif, tercermin dari pertumbuhan kredit perbankan masih yang masih relatif terbatas. Ini sejalan dengan permintaan yang melemah, termasuk permintaan investasi dan korporasi.

img_title Dibuka Memerah, IHSG Pede Lanjut Menguat Imbas Derasnya Capital Inflow

Meski begitu, Juda meyakini, penyesuaian suku bunga kredit maupun suku bunga deposito masih akan terus berlangsung, apabila melihat perilaku perbankan nasional. Apalagi, jika ada perbaikan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan).

“Maka ruang penurunan suku bunga masih akan terus berlangsung,” katanya.

Sebagai informasi, tercatat pada Oktober 2016, rasio kredit bermasalah tercatat di posisi 3,2 (gross) atau 1,5 (nett). Sementara pertumbuhan Dana Pihak Ketiga pada Oktober pun tercatat meningkat menjadi 6,5 persen secara year on year.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, peningkatan tersebut masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mencapai sembilan persen secara year on year. 
 

(ren)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Rupiah Melemah Usai BI Rate Dipangkas Demi Pacu Kredit Perbankan

Di pasar spot hingga pukul 09.07 WIB rupiah ditransaksikan di level Rp 16.474 per dolar AS, melemah 37 poin atau 0,23 persen dari Rp 16.437 per dollar AS.

img_title
VIVA.co.id
18 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut