Pemda Belum Siap, Destinasi Wisata Dikurangi

Festival Danau Toba, Medan.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Saat ini ada tiga destinasi yang menjadi perhatian utama pemerintah untuk melakukan pembangunan infrastruktur pendukung target jumlah wisatawan 20 juta orang pada 2019, yaitu Danau Toba, Borobudur, dan Mandalika. 

img_title Libur Sekolah Segera Tiba, Kemenpar Minta Pengelola Wisata Bersiap Hadapi Lonjakan Pengunjung

Angka ini menyusut, yang mana sebelumnya pemerintah memprogramkan 10 destinasi wisata yang akan diklaim sebagai Bali Baru, yang meliputi Danau Toba, Sumatera Utara; Tanjung Kelayang, Bangka Belitung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian Tanjung Lesung, Banten; Kepulauan Seribu, DKI Jakarta; Candi Borobudur, Jawa Tengah; Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; Wakatobi, Sulawesi Tenggara; Wisata Bromo-Tengger-Semeru, Jawa Timur; Mandalika, Nusa Tenggara Barat; dan Morotai, Maluku Utara.

img_title Kemenpar Soroti Potensi Besar Wellness Tourism di OWS Asia 2026

Ketua Kelompok Kerja Percepatan 10 Top Destinasi Kementerian Pariwisata Hiramsyah Syambudhi Thaib mengatakan, pengerucutan fokus pembangunan infrastruktur pariwisata baru ini, salah satu alasannya karena melihat kesiapan dari pemerintah daerah dalam mengembangkan kawasan wisata itu. 

Menurut dia, jika pemerintah daerahnya belum siap dengan program pemerintah pusat, maka proses pembangunan juga kurang maksimal. Ditambah lagi dengan keterbatasan anggaran negara untuk pengembangan destinasi seluruhnya secara bersama-sama.

img_title 10 Provinsi Sepakat Perkuat Kolaborasi Pariwisata dalam Rapat FKD-MPU di Bali

"Tidak mungkin dengan sumber dana terbatas kita kembangkan semuanya. Jadi, ada tiga destinasi prioritas. Tidak hanya aspek potensi, tapi juga kemampuan pengembangan dari pemerintah daerah yang kita perhitungkan," ujar Hiramsyah saat acara pembukaan Expo BPIW di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jakarta pada Jumat, 16 Desember 2016.

Ia mengungkapkan, ke-10 destinasi tersebut memiliki keistimewaan masing-masing, akan baik bila dikembangkan. Namun, akan tidak berimbang pembangunannya jika pemerintah daerah sendiri belum siap mendukung pengembangan destinasi itu ke depan. Masalah yang dihadapi pemerintah daerah kembali ke persoalan anggaran dan ada pun soal pajak. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Ridho Matari Ichwan mengatakan, dengan adanya tiga destinasi prioritas ini, bukan berarti ketujuh destinasi lainnya dianggurkan. Tetap ada perhatian ke tujuh destinasi tersebut. Hanya saja perhatiannya belum maksimal. 

(mus)
 

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana

Wellness Tourism Kian Diminati, Ini Strategi Indonesia Mengembangkan Wisata Kebugaran

Berdasarkan data Global Wellness Institute, pengeluaran untuk wellness tourism pada 2024 mencapai 893,9 miliar dolar AS atau naik 13,8 persen dibanding tahun sebelumnya

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut