Ini yang Bikin Pengemudi GrabBike Mogok
- Istimewa
VIVA.co.id – Hari ini, pengemudi Grab mogok memberikan layanan ojek daring. Mitra pengemudi menggelar aksi mogok karena merasa dicurangi oleh oknum pengemudi yang nakal.
Dari foto yang beredar, pengemudi Grab menulis di spanduk bertuliskan 'Kami Stop Ngebid' dan 'No Bid One Day, Aksi Damai Steril Grab'.Â
Marketing Director, Grab Indonesia, Mediko Azwar mengatakan, ada beberapa tuntutan yang diminta oleh para pengemudi Grab. Salah satunya terkait amnesti penggunaan fake GPS atau penghapusan penggunaan GPS palsu.Â
Mediko menjelaskan, GPS palsu ini merupakan akal-akalan para pengemudi untuk mendapatkan orderan. Dia mencontohkan, pengemudi Grab posisi sebenarnya ada di Kuningan, tepatnya Setiabudi, tapi sang pengemudi itu menggunakan GPS palsu dan memposisikan diri di Kota Casablanka, Kuningan. Pengemudi Grab nakal itu terpaksa menggunakan GPS palsu ini, dengan tujuan bisa mendapatkan penumpang yang padat di sebuah titik.
Dengan penggunaan GPS palsu itu, Mediko mengatakan, langkah itu akan merugikan penumpang. Sebab saat pengemudi mendapat orderan dari Kota Casablanka karena lokasinya dekat, penumpang akan sangat lama menunggu. Sebab posisi pengemudi itu sudah dimanipulasi.
"Nah, itu kan suatu bentuk kecurangan. Enggak adil untuk driver yang jujur," ujar Mediko melalui pesan singkat kepada VIVA.co.id, Jumat 16 Desember 2016.
Mediko menuturkan, sikap Grab sangat melarang penggunaan GPS palsu. Grab telah menetapkan pemberian order layanan ke pengemudi sesuai dengan kerjaan.  "Yang paling dekat dengan titik pemesanan akan diberikan informasi order," ujar Mediko.
Dia menjelaskan, jauh sebelum munculnya aksi mogok itu, Grab telah menindak tegas pengemudi yang curang dengan menutup aplikasi dan memblokir pengemudi nakal tersebut menjadi mitra Grab.Â
Selain menuntut tindakan tegas atas pengemudi yang nakal, para pengemudi Grab yang mogok juga menuntut kenaikan tarif per kilometer menjadi Rp2.500. Terkait tuntutan kenaikan tarif, Mediko mengatakan, Grab meminta tatap muka diskusi dengan para pengemudi.
Grab akan mengkaji tuntutan dan menimbang kenaikan tersebut. Sebab tuntutan serupa pada Februari lalu, Grab tidak menemukan kerugian apa pun terhadap mitra pengemudinya dengan tarif yang berlaku saat ini. "Lagi pula untuk tarif kita enggak ada penurunan sejak Februari lalu. Kita juga ada bonus, insentif harian, dan ada minimum argo untuk tiap pemesanan yaitu Rp5000," kata dia.Â