Cerita Dibalik Rogue One: A Star Wars Story
- Facebook.com/pg/starwarsmovies
Terinspirasi dari kisah itu, John membayangkan siapakah anggota Rebel yang mencuri rencana Death Star tersebut, dan bagaimana mereka mengatur pencurian rencana rahasia senjata paling mematikan milik Empire?
Berawal dari pertanyaan sederhana itu, John mulai mengumpulkan ide demi ide untuk pembuatan Rogue One. "Rouge One mengambil latar waktu setelah Episode III, saat pemusnahan Jedi dan di saat seluruh Jedi yang tersisa pergi bersembunyi, ini adalah masa di saat Obi-Wan dan Yoda belum kembali. Di saat itulah, warga biasa harus memberanikan diri, dan menunjukkan sisi pahlawan mereka," jelas John Knoll.
Kemudian, ‘warga biasa’ tersebut adalah Jyn Erso dan sekumpulan rebel yang dipersatukan keadaan dan menemukan diri mereka melawan segala rintangan yang begitu mustahil, yaitu mencari arsitek yang membuat rencana Death Star dan mencurinya.
Selanjutnya, Rouge One juga mengangkat harapan dan tekad sebagai nilai moral yang paling penting dalam film ini, menggambarkan upaya orang biasa yang datang dari kehidupan begitu berbeda, kemudian memilih untuk melakukan hal luar biasa untuk kebaikan.
Sebagai informasi, Rogue One: A Star Wars Story disutradari oleh Gareth Edwards (Sutradara film Godzilla,Monsters), dan diproduksi oleh Kathleen Kennedy, p.g.a., Allison Shearmur, p.g.a. (dari film The Hunger Games: Catching Fire,Cinderella), dan Simon Emanuel, p.g.a. (The Dark Knight Rises,Harry Potter dan the Deathly Hallows: Parts 1&2).