Pekan Terakhir 2016, Rupiah Diproyeksi Bergerak Datar

Uang Rupiah Baru.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Moh Nadlir

VIVA.co.id – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, setelah libur panjang Natal, diharapkan dapat lebih terbatas pekan ini. Pergerakan rupiah dinilai masih dalam tren mendatar akhir tahun ini.

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.896 per Dolar AS pada Jumat Pagi, Naik 19 Poin

Analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada berpendapat, laju dolar AS kembali menguat, seiring dengan melemahnya harga minyak mentah dunia. Hal ini perlu diwaspadai, karena akan mempersulit ruang gerak rupiah untuk kembali menguat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Diperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran pada kisaran batas bawah, atau support Rp13.512 dan batas atas (resistance) Rp13.409," ujarnya di Jakarta, Selasa 27 Desember 2016.

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.855, BI Ungkap Strategi Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global

Reza menjelaskan, pekan lalu laju rupiah kembali melemah tipis, seiring kembali menguatnya laju dolar AS, merespons rilis data-data ekonomi AS yang menunjukkan perbaikan. 

Seperti diketahui, rilis data pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS, periode kuartal III tahun ini membaik menjadi 3,5 persen dari ekspektasi sebelumnya 3,2 persen. Namun, hal itu terimbangi dengan meningkatnya klaim pengangguran sebesar 275 ribu, turunnya durable goods orders bulanan sebesar 4,6 persen, serta melemahnya indeks Chicago Fed national activity di level 0,27. 

img_title Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Tapi Diprediksi Melemah Jelang Keputusan Suku Bunga BI

"Meski demikian, dari katalis negatif tersebut pelaku pasar valas lebih concern terhadap data PDB AS tersebut yang membaik," tuturnya.

Di sisi lain, lanjutnya, adanya sentimen dari penilaian Fitch Ratings (Fitch) yang meningkatkan outlook rating utang Indonesia pada utang luar negeri jangka panjang dan local currency issuer dari default rating menjadi positif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sertam rencana BI (Bank Indonesia) dan pemerintah untuk mengupayakan inflasi tahunan tidak melebihi 4,0 persen tampaknya tidak cukup kuat mempertahankan rupiah di zona hijaunya," ujarnya.

Sebagai informasi, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah terus melemah pada pekan lalu. Dolar AS dibanderol Rp13.470 pada Jumat lalu, melemah dari hari sebelumnya yang berada di level Rp13.435 per dolar AS. (asp)

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Tertekan ke Rp17.913 per Dolar AS, Pasar Waspadai Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Rupiah melemah ke Rp17.913 per dolar AS pada sore hari ini, Senin 12 Oktober 2026. Pasar mencermati sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan data inflasi AS.

img_title
VIVA.co.id
12 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut