Gejolak Harga Tanah Hantui Pembangunan Rumah MBR

Pembangunan kompleks perumahan.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

VIVA.co.id – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia mengusulkan agar pemerintah menyediakan kawasan khusus untuk rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR. Sebab, ketersediaan tanah atau lahan sebagai bahan baku harganya naik setiap tahun secara signifikan.

img_title Gelombang PHK Berlanjut, Giliran Raksasa Properti AS Bakal Pecat Seratusan Karyawan

Menurut Ketua Umum Apersi hasil Munas Jakarta, Anton R. Santoso, upaya ini menjadi kendala para pengembang yang membangun rumah MBR, lantaran harga tanah menyesuaikan perkembangan kawasan di sekitarnya. Khususnya di kawasan industri dan kota besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sehingga tidak mungkin dikembangkan sebagai rumah subsidi untuk MBR khususnya KPR (Kredit Pemilikan Rumah) FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan)," ujar Anton saat berdiskusi dengan media di Jakarta, Rabu, 28 Desember 2016.

img_title Ini Aturan Terbaru Gaji Setiap Provinsi Bisa Beli Rumah Subsidi, Maksimal Rp 14 Juta

Anton mengaku, saat ini pengembang yang membangun rumah MBR harus bertarung dengan pengembang yang membangun rumah komersial atau rumah untuk berpenghasilan menengah ke atas.

"Membangun rumah MBR ini pertama harus sesuaikan dengan daerah yang butuh perumahan, contoh dekat industri dan perkotaan besar. Soalnya tanah semakin melambung. Lima persen per tahun. Menyesuaikan PMK untuk kenaikan lima persen memang tidak perlu kena PPN atau PPh," tuturnya.

img_title Tren Penjualan Properti Lewat Komunitas Agen Digencarkan, Kolaborasi Jadi Kunci

Anton menambahkan, sebenarnya pemerintah pusat sudah banyak mengeluarkan regulasi melalui paket kebijakan ekonomi yang mendukung rumah subsidi. Namun, realisasinya di lapangan tidak seperti yang diharapkan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pemerintah banyak keluarkan regulasi, namun peraturan pemerintah belum dikeluarkan, sehingga belum bisa diterapkan kebijakan tersebut di lapangan, jadinya seperti setengah hati,” tuturnya.

Meskipun demikian, pada 2017 tetap meyakini industri properti akan lebih baik lagi. Apersi akan berstrategi dalam membangun rumah subsidi dengan cara menyosialisasikan dan mendidik pengembang baru agar mau membangun rumah untuk MBR.

Mendagri Tito Karnavian meninjau Rusunawa Seruwai di Kecamatan Medan Labuhan

Dukung Program Tiga Juta Rumah, Mendagri Tito Karnavian Pacu Daerah Perbanyak Penerbitan PBG bagi MBR

Mendagri Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah (Pemda) agar memperbanyak penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

img_title
VIVA.co.id
10 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut