Kemenhub Optimalkan Program Tol Laut

Ilustrasi tol laut.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Tudji Martudji

VIVA.co.id – Dalam sosialisasi hasil survei Asal Tujuan Transportasi Nasional Barang Tahun 2016, Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, mengatakan, hasil survei ini sangat penting sebagai data pokok bagi seluruh stakeholder transportasi, baik untuk regulator maupun para operator.

img_title Menhub Belum Putuskan Impor KRL Bekas, KAI Targetkan Pengiriman Mulai Akhir 2026

"Sehingga mereka bisa mengetahui angka yang pasti sebagai patokan, untuk mengadakan sarana transportasi maupun jenis kapalnya," kata Agus di kantor Balitbang Perhubungan, Jakarta, Rabu 28 Desember 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Agus menjelaskan, survei yang dilakukan litbang ini bertujuan agar pemerintah sebagai regulator bisa memiliki basis data sendiri, mengenai pergerakan jalur barang beserta volumenya secara pasti.

img_title Truk ODOL Jadi Sorotan, Kemacetan Pelabuhan Ketapang Diminta Tak Terulang

Dalam hal efisiensi program tol laut, pemerintah bisa mengetahui seluk-beluknya secara mendetail, agar upaya penyelesaian kendala di lapangan pun bisa segera diambil demi mengoptimalkan program tol laut tersebut.

"Karena logistik yang diangkut tol laut selama ini hanya terpaku pada komoditas (yang diangkut pihak) shipping. Ternyata setelah kami riset ke Papua, efek tol laut bisa dinaikkan lagi dengan kombinasi tol udara, supaya disparitas harga di puncak gunung pun tidak akan jauh berbeda," kata Agus.

img_title Kemenhub Mulai Serahkan Pemenuhan Hak Para Korban KMP Virgo Transport 8 ke Ahli Waris

Menurut dia, yang pertama kali tereduksi itu komoditas di tepian dan pantai, sehingga ketika masuk ke gunung efisiensi tol laut ini tidak terjadi.

“Karena itulah kami akan menyambungkan dengan model-model lain seperti tol udara supaya bisa lebih efisien, dan sedapat mungkin menghubungkan sungai-sungai di sana agar bisa mendekati airport," ujarnya.

Diketahui, berdasarkan rekapitulasi hasil survei  ATTN Barang Tahun 2016, tercatat ada tiga kelompok matrik asal tujuan per komoditas, yakni:

1. Asal Tujuan Nasional Barang pada delapan regional (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

2. Asal Tujuan Nasional Barang pada 34 provinsi.

3. Asal Tujuan Nasional Barang pada 515 kabupaten/kota, yang terdiri atas 416 kabupaten dan 99 kota.

Ilustrasi penggunaan dry ice untuk urai asap karhutla

48 Bandara Terdampak Kabut Asap Karhutla, 2.458 Penerbangan Terganggu hingga Oktober 2026

Kabut asap karhutla mengganggu 2.458 penerbangan hingga 17 Oktober 2026. Simak daftar bandara terdampak di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

img_title
VIVA.co.id
18 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut