Bos Pertamina Ungkapkan Cara Kalahkan Petronas

Dwi Soetjipto, Kepala SKK Migas.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id – Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Soetjipto, mengungkapkan strategi perseroannya agar bisa menandingi badan usaha milik negara asal Malaysia, Petronas. Setidaknya, bagi Dwi, ada dua cara untuk menungguli Petronas.

img_title Genjot Inovasi Bidang Energi, Pertamina Patra Niaga Berbagi Wawasan dengan Mahasiswa ITS

“Harus ada terobosan lain untuk bisa mengalahkan Petronas,” ujar Dwi saat ditemui di kantor pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta, Rabu 4 Januari 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Strategi pertama, meleburkan PT Pertamina dengan PT Perusahaan Gas Negara, yang rencananya bakal direalisasikan pada tahun ini. Ini ditambah dengan sinergi bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi.

img_title Dorong Inovasi dan Pengembangan Talenta: 22 Kampus Se-Indonesia Siap Beradu Gagasan di Final Nasional PGTC 2026

Sedangkan strategi kedua adalah dengan meningkatkan investasi jangka panjang. Menurut Dwi, dibutuhkan waktu selama 10 tahun ke depan, agar aset yang dimiliki perseroan menyamai aset yang dimiliki oleh Petronas.

“Paling tidak Rp1.000 triliun untuk membuat aset Pertamina dua kali lipat,” ujarnya.

img_title MNK Rokan: Tonggak Baru Pionir Pengembangan MNK Indonesia Oleh Pertamina

Mantan bos PT Semen Indonesia itu mengatakan, laba yang diperoleh Pertamina di kuartal III sebesar Rp40 triliun memang menjadi kali pertama mengalahkan Petronas. Namun, hasil tersebut hanya bersifat sementara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sebab, aset Pertamina hanya sepertiga dari aset Petronas. Investasi makanya harus jalan,” tuturnya.

(ren)

SPBU.

Penyaluran BBM di Makassar dan Sekitarnya Dipastikan Semakin Berjalan Kondusi

Kondisi tersebut merupakan hasil dari sinergi yang terus dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Pemda dan aparat penegak hukum (APH) setempat.

img_title
VIVA.co.id
16 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut