Dolar Lagi Lemas, Saham-saham Asia Bergerak Variatif

Papan elektronik perdagangan saham di Bursa Efek Tokyo.
Sumber :
  • REUTERS/Yuya Shino

VIVA.co.id – Indeks harga saham di sejumlah bursa utama Asia Pasifik pagi ini kembali dibuka mixed atau bervariasi setelah investor kembali memperhatikan pelemahan dolar Amerika Serikat yang kembali terjadi dan investor yang mempertimbangkan dampak dari kebijakan bank sentral AS atau The Fed.

img_title IHSG Dibuka Melemah, Terseret Keoknya Wall Street dan Bursa di Kawasan

Dilansir dari laman CNBC, pada Kamis 5 Januari 2017, Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka melemah atau turun 0,17 setelah mata uang yen kembali menguat terhadap dolar AS, yang disebabkan berkurangnya pasokan dolar AS dalam semalam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara, Indeks Australia ASX 200 tercatat naik pagi ini sebesar 0,28 persen yang didorong oleh saham energi dan bahan-bahan kebutuhan konsumen yang mendorong keuntungan terbesar.

img_title Bursa Wall Street Bergejolak Dapat Kabar Trump Positif COVID-19

Sedangkan, untuk indeks Kospi Korea Selatan pada pagi ini tercatat turun tipis yaitu sebesar 0,02 persen.

Untuk Indeks Nikkei 225 pagi ini, ditopang oleh saham-saham perusahaan elektronika besar yang naik tajam sebesar 3,41 persen menjadi di harga 304 yen per saham. Hal ini memperpanjang keuntungan lebih dari delapan persen. 

img_title Dulu Mesin Uang, Begini Kondisi ExxonMobil Sekarang

Lalu, dari saham ASX 200 keuntungan ditopang oleh salam sub indeks energi seperti emas yang naik hingga 2,09 persen.

Pengamat bursa Michael McCarthy mengungkapkan saham Asia Pasifik kembali mengambil keuntungan perdagangan setelah dolar ditarik kembali dengan cepat semalam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dolar AS jatuh terhadap seluruh mata uang menjadi diperdagangkan pada level 102,7 Kamis pagi waktu Asia, atau tergelincir dari level tertingginya yaitu di level 103,44. 

(ren)

Wall Street New York

Rusuh di Gedung Kongres AS, Bursa Wall Street Malah Cetak Rekor Baru

Investor Wall Street tak terpengaruh aksi para pendukung Presiden Donald Trump di depan Gedung Kongres AS yang berujung rusuh.

img_title
VIVA.co.id
7 Januari 2021
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut