Ini Hasil Pemeriksaan Pilot Citilink Tekat Purna

Kementerian Perhubungan
Sumber :
  • M Yudha Prasetya/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Kementerian Perhubungan dan Badan Narkotika Nasional menggelar konfrensi pers terkait pemeriksaan terhadap mantan pilot Citilink Tekad Purna Agniamartanto. Pilot itu diduga mabuk, saat hendak menjalankan tugasnya pada nomor penerbangan QG 800 Surabaya-Jakarta pada 28 Desember 2016 lalu.

img_title Menhub Belum Putuskan Impor KRL Bekas, KAI Targetkan Pengiriman Mulai Akhir 2026

Kepala Humas BNN Slamet Pribadi mengatakan, berdasarkan pemeriksaan assessment dan pemeriksaan laboratorium kepada Tekad pada 4 dan 5 Januari lalu, tidak ditemukan adanya kejanggalan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sementara, hasil pemeriksaan penunjang untuk urin, rambut, dan darah, sama sekali tidak terdeteksi kandungan narkotik dan zat psikoaktif lainnya. Hasilnya adalah secara fisik tidak ditemukan kelainan yang bermakna," kata Slamet di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Selasa 10 Januari 2017.

img_title Truk ODOL Jadi Sorotan, Kemacetan Pelabuhan Ketapang Diminta Tak Terulang

Sedangkan untuk hasil pemeriksaan kejiwaan, diakui memang, ada gangguan dalam diri Tekad, yakni adanya penurunan emosi dan perasaan akibat masalah yang sudah ada, hal itu bisa berkembang menjadi gangguan yang bersifat depresif.

"Jadi, tidak ada zat yang mengindikasikan, jika yang bersangkutan menggunakan narkotik sesuai fakta laboratorium nya," kata Slamet.

img_title Kemenhub Mulai Serahkan Pemenuhan Hak Para Korban KMP Virgo Transport 8 ke Ahli Waris

Ketika ditanya mengenai dugaan bahwa pilot tersebut menggunakan narkoba jenis tembakau gorila, Slamet pun membantah hal tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, tudingan itu hanya ramai di media sosial. Hal itu hanya spekulasi di masyarakat, bahkan sebelum ada hasil tes dan pemeriksaan apapun terhadap tekad.

"Dugaan mengenai penggunaan tembakau gorila adalah dugaan yang sudah terlanjur viral di medsos. Siapa pun, belum bisa menyampaikan apa yang dikonsumsi sang pilot, ketika hasil lab belum menyampaikan hasilnya. Maka saat itu, kita tidak bisa menyampaikan apakah dia menggunakan narkotik, atau tidak," ujarnya. (asp)

Ilustrasi penggunaan dry ice untuk urai asap karhutla

48 Bandara Terdampak Kabut Asap Karhutla, 2.458 Penerbangan Terganggu hingga Oktober 2026

Kabut asap karhutla mengganggu 2.458 penerbangan hingga 17 Oktober 2026. Simak daftar bandara terdampak di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

img_title
VIVA.co.id
18 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut