DPR: Tingginya Harga Cabai Karena Distribusi Tidak Normal

Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron
Sumber :

VIVA.co.id – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron menegaskan bahwa tingginya harga cabai pada tingkat konsumen disebabkan karena proses pendistribusian yang tidak normal.

img_title Harga Beras dan Telur Ayam hingga Minyak Goreng Melonjak Lagi, Cek Daftar Lengkapnya

“Ini adanya pada aspek pendistribusian,” kata Herman usai melakukan inspeksi di Pasar Palmerah, Rabu, 11 Januari 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Herman menjelaskan, produksi cabai di tingkat petani sejauh ini tidak mengalami kendala yang signifikan.

img_title Harga Cabai dan Telur Ayam hingga Minyak Goreng Naik, Cek Daftar Lengkapnya

“Jika produksi menyusut, wajar jika harga melambung. Tetapi ini kan produksi normal. Tidak ada peristiwa yang menjadikan pasokan menurun. Tidak ada banjir. Tidak ada kekeringan. Makanya aneh jika harga melambung. Setelah kita cek ternyata distribusinya,” ujarnya.

Untuk itu, Herman lagi-lagi mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan pembentukan Badan Pangan Nasional. Kehadiran badan tersebut nantinya diyakini mampu menyelesaikan berbagai persoalan ketersediaan bahan pangan yang kerap mengalami gangguan di republik ini.

img_title Harga Beras hingga Telur Ayam dan Cabai Rawit Merah meroket, Cek Daftar Lengkapnya

“Badan Pangan Nasional itu amanat undang-undang. Tinggal realisasinya saja. Melalui badan pangan itu bisa diselesaikan kelangkaan-kelangkaan tersedianya bahan pangan yang berujung pada lonjakan harga,” katanya.

Dalam inspeksi tersebut, Herman menemukan harga cabai rawit merah berada pada harga Rp140 ribu per kilogramnya.

“Awalnya saya lega karena saat saya tanya harga cabai merah besar Rp50-55 ribu. Tapi begitu saya tanya harga cabai rawit merah, saya langsung kaget Rp140 ribu per kilonya. Ini sangat jauh dari batas kenormalan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tingginya harganya cabai rawit merah tersebut, lanjut Herman, masih bisa turun. Hanya saja dibutuhkan waktu dan tidak bisa serta merta.

“Awalnya lonjakan hanya terjadi di pasar, tapi karena lonjakan di pasar terjadi dalam waktu cukup lama, akhirnya petani pun telah mengambil sikap untuk ikut menaikkan harga jualnya kepada tengkulak. Akibatnya, kalaupun ada upaya yang dilakukan oleh pemerintah, harga tersebut baru akan turun dalam waktu sekitar satu bulanan,” kata Herman.   (webtorial)

Seorang ibu rumah tangga memilah cabai merah di pasar swalayan.

Harga Cabai hingga Telur Ayam dan Gula Kembali Naik, Cek Daftar Lengkapnya

PIHPS Nasional BI melaporkan bahwa harga cabai merah besar naik Rp 1.350 di Rp 52.250 per kg, diikuti harga cabai merah keriting yang naik Rp 4.400 ke Rp 57.650 per kg.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut