Kereta Barang Gedebage-Priok Angkut 100 Ribu Ton Per Bulan

Ilustrasi kereta api.
Sumber :
  • dok. PT KAI

VIVA.co.id – Direktur Utama PT Pelindo II, Elvyn G. Masassya memperkirakan penggunaan kereta api peti kemas dari Gedebage, Bandung, ke pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dapat mengangkut 3.000-5.000 TEUs per bulan, atau setara dengan 60 ribu-100 ribu ton per bulan. 

Erick Thohir Usul Pembentukan Ekosistem Kereta Kargo Seperti di Sumatera

"Nah, sekarang masih sekitar 120 TEUs per hari (atau setara 2.400 ton per hari). Kita harapkan, bisa lebih nambah," ujar Elvyn di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat 13 Januari 2017.

Ia mengatakan, masih rendahnya kapasitas tersebut, karena masih belum dikenal baik fasilitas ini oleh masyarakat, atau khususnya para pelaku usaha. 

Summarecon Kerja Sama dengan KAI Kembangkan Fasilitas TOD di Bekasi

Saat ini, untuk meningkatkan jumlah kapasitas tersebut, pihaknya melakukan efisiensi tarif, dari semula tarif per kontainer bisa sekitar Rp7 juta, sekarang menjadi Rp4 juta per kontainer. "Rp4 juta itu komponennya ada biaya kereta api sekitar Rp3,8 juta dan sisanya baru untuk Pelindo II," ucapnya.

Kemudian, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro menjelaskan bahwa sarana yang tersedia untuk kereta api peti kemas ini adalah gerbong datar (GD) 32 ton sebanyak 53 unit, GD 45 ton sebanyak 14 unit (untuk high cube/jumbo), lalu lokomotif sebanyak dua unit, ditambah satu cadangan. 

Beroperasi Agustus 2022, Intip Jam Layanan LRT Jabodebek

Tarif total 40 feet, setelah ditambah pajak penambahan nilai 10 persen menjadi Rp4,6 juta. Sedangkan, tarif untuk 20 feet, setelah ditambah pajak penambahan nilai 10 persen menjadi Rp2,46 juta. 

Jadwal keberangkatan kereta api peti kemas ini sendiri, sesi pertama pada pukul 19.25 WIB berangkat dari Gedebage dan dari Tanjung Priok pukul 03.40 WIB. Pada sesi kedua pukul 21.30 WIB dari Gedebage dan pukul 05.00 WIB dari Tanjung Priok. 

Kerja sama angkutan eksisting kereta api peti kemas Gadebage-pelabuhan Tanjung Priok ini, dilakukan PT KAI dengan PT Multi Terminal Indonesia. Jalur peti kemas sendiri dibangun atas kerja sama PT Kereta Api Indonesia, dengan PT Mitra Adira Utama, PT KA Logistik, dan PT Multi Terminal Indonesia.

"Termin perjanjian satu tahun, targetnya minimal 600 TEUs per bulan. Mudah-mudahan, ini bisa kontrak jangka panjang, setahunlah. Jadi, kita nyiapin rolling stock, kan pake duit," tutur Edi. 

Sejauh ini, perjalanan distribusi dari pelabuhan Tanjung Priok yang tercatat PT Pelindo II sekitar 60-65 persen dari Jakarta ke Cikarang, 15 persen ke Tangerang. Sedangkan Gedebage, 10 persen. 

"Moda transportasi sudah punya beberapa opsi sekarang. Ada yang pakai truk, ada yang pakai kereta api, nanti kita juga akan buatkan kanal (tol laut). Yang penting, tujuannya barang cepat sampai tujuan ke pabrikan," ungkap Elvyn. (asp)
 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya