Trump Ancam Produsen Otomotif Jerman dengan Pajak Tinggi

Presiden AS, Donald Trump.
Sumber :
  • REUTERS.com

VIVA.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam produsen mobil asal Jerman akan mengenakan pajak perbatasan sebanyak 35 persen jika jadi membangun pabrik di Meksiko untuk pasar AS. Ancaman tersebut memukul saham sektor otomotif di bursa AS. 

img_title Indonesia Cari Peluang Teknologi Otomotif dari Bulgaria

Dilansir dari Reuters, Selasa 17 Januari 2017, hal itu disampaikan Trump dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman Bild yang dipublikasikan Senin waktu setempat. Menurut dia, produsen mobil asal Jerman seperti BMW (BMWG.DE), Daimler (DAIGn.DE) dan Volkswagen (VOWG_p.DE) gagal memproduksi lebih banyak mobil di tanah AS. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Anda dapat membangun mobil untuk AS, tapi untuk setiap mobil yang datang ke AS, Anda akan membayar 35 persen," ujar Trump. 

img_title AI dan Semikonduktor Mulai Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif Indonesia

Saham VW ditutup turun 2,2 persen, sementara saham BMW dan Daimler berakhir turun 1,5 persen. 

"Saya akan memberitahu BMW, jika sedang membangun pabrik di Meksiko dan berencana untuk menjualnya ke AS tanpa dikenakan pajak 35 persen, maka lupakanlah rencana itu," tambahnya. 

img_title Hampir 1 dari 5 Mobil Baru di Indonesia Berasal dari Merek China

Seperti diketahui, Trump saat ini di bawah tekanan memenuhi janji kampanyenya untuk menghidupkan kembali lapangan kerja di AS. Dia juga memperingatkan pabrikan Jepang, Toyota, bisa dikenakan pajak perbatasan yang besar juga jika membangun pabrik di Meksiko untuk pasar AS. 

Sebelumnya, Eksekutif BMW, Peter Schwarzenbauer, kepada wartawan mengatakan, perusahaannya akan menginvestasikan sekitar US$1 miliar untuk pabrik baru di Meksiko. Pabrik itu akan berproduksi pada 2019 dan setidaknya menghasilkan 1.500 lapangan pekerjaan baru di negara tersebut. 

Ilustrasi charger SPKLU tersangkut di mobil listrik

Produsen Mobil Listrik Dapat Fasilitas Pemerintah, Ada Sanksi Jika Ingkar

Produsen mobil listrik mendapat insentif pemerintah, tetapi wajib memenuhi komitmen produksi dan TKDN. Gagal memenuhi target, insentif yang diterima bisa dikenai sanksi.

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut