Alasan Operator Seluler Ramai-ramai Pakai MIMO

Massive MIMO yang berbentuk kotak
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto

VIVA.co.id – Smartfren, Telkomsel, hingga XL telah mengadopsi berbagai teknologi Multiple Input Multiple Output atau MIMO. Lalu, apa perbedaan MIMO dari masing-masing operator dan kecepatannya seberapa besar?

XL telah menerapkan teknologi 4T4R 4x4 MIMO untuk memaksimalkan kinerja 4G LTE. Dengan teknologi ini, kecepatan akses internet bisa ditingkatkan hampir dua kali lipat, serta koneksi jauh lebih stabil.

Melalui teknologi 4T4R 4x4 MIMO, pelanggan XL memungkinkan untuk merasakan kecepatan transfer data yang hampir mencapai 300 Mbps. Teknologi yang diusung oleh XL ini berasal dari vendor Ericsson.

Kemudian, Telkomsel pun telah mengadopsi teknologi antena 4x4 MIMO yang digabungkan dengan teknologi modulasi 256-Quadrature Amplitude Modulation (QAM), dan LTE Licensed-Assisted Access (LAA).

Penggabungan beberapa teknologi tersebut mampu menghasilkan akses data lebih dari 1 Gbps. Dalam menerapkan teknologi ini, Telkomsel menggandeng Huawei sebaga penyedia infrastruktur.

Sementara itu, Smartfren juga mengaplikasikan teknologi MIMO. Beda dari XL dan Telkomsel, Smartfren menerapkan Massive MIMO berkat kerja sama dengan ZTE. Lantas, apa bedanya 4x4 MIMO dengan Massive MIMO?

Vice President Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo, mengatakan, handset untuk penunjang teknologi 4x4 MIMO belum terlalu banyak ada di pasaran untuk saat ini.

"Handset yang mendukung 4x4 MIMO masih sedikit, karena diharuskan menggunakan chip khusus. Sedangkan Massive MIMO ini bisa mendukung semua handset 4G di pasaran. Syaratnya hanya ganti kartu 4G Smartfren yang terbaru," ungkap Munir di BSD, Tangerang Selatan, Senin, 16 Januari 2017.

Bangun Jaringan Fiber Optik, Triasmitra Tawarkan Obligasi Rp700 Miliar

Kelebihan lainnya, Massive MIMO yang dipasang di samping Base Transceiver Station (BTS) dengan berbentuk kotak itu, mampu menjangkau perangkat smartphone secara langsung. Sementara itu, 4x4 MIMO memancarnya berdasarkan perangkat yang paling kuat antenanya.

"Kalau diibaratkan, Massive MIMO itu satu jalur hanya untuk satu perangkat, sehingga kecepatan yang diterima jauh lebih cepat, sedangkan kalau 4x4 MIMO harus mengantre dulu," tuturnya.

Syukurlah, Gak Ada PHK di Industri Telekomunikasi Indonesia

Saat ini, penerapan dan pembangunan Massive MIMO oleh Smartfren, satu perangkat diuji di Jakarta dan dua di Surabaya. Menurut rencana Smartfren, setelah proses pengujian berhasil, maka akan diluncurkan pada kuartal ketiga 2017.

Layanan platform OTT (over the top).

Indonesia Diminta Belajar dari Inggris dan Turki

Indonesia bisa belajar dari Austria, Prancis, Hungaria, Italia, Portugal, Spanyol, Turki, dan Inggris yang telah menerapkan Digital Services Task (DST) untuk layanan OTT.

img_title
VIVA.co.id
28 Desember 2023