18-01-1919: Usai Perang Dunia I, Delegasi Kumpul di Paris

Perang Dunia I.
Sumber :
  • http://www.revolusiilmiah.com

VIVA.co.id – Hari ini 98 tahun silam. Para delegasi Eropa dan Asia mengadakan konferensi perdamaian untuk menegaskan berakhirnya Perang Dunia I di lokasi mewah Salle d'Horloge, Paris, Prancis.

img_title Serikat Pekerja Umumkan Mogok Nasional, Prancis Tutup Museum dan Pusat Kebudayaan

Mengutip situs History, perwakilan dari negara-negara Eropa dan Balkan turut hadir untuk memperjuangkan “tempat” bagi diri mereka sendiri. Namun, Yunani tidak menghadiri pertemuan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perdana Menteri Yunani, Eleutherious Venizelos, mengaku kesal karena jumlah delegasi Serbia, bagian dari negara Balkan, lebih banyak yang hadir ketimbang delegasi Yunani.

img_title Prancis Larang Seluruh Demo pada 24 Oktober, Aturan Jam Malam Berubah-Transportasi Umum Dihentikan

Kemudian, delegasi Jepang, yang mewakili Asia, serta Rusia, belum juga tiba. Presiden Prancis, Raymond Poincare, berkata di hadapan delegasi yang berkumpul, masa depan dunia ada di tangan para delegasi yang hadir.

Semua mata tertuju ke Paris selama beberapa bulan selanjutnya untuk melihat apakah perdamaian yang ditengahi di Versailles akan menjadi layak terkait pengorbanan besar yang dilakukan berbagai pihak selama Perang Dunia I berlangsung.

img_title Demo Besar Guncang Prancis hingga Belgia, WNI Diingatkan Tak Ikut-ikutan Turun ke Jalan

Sementara itu, bagi Jerman yang mengalami kalah perang, pembukaan konferensi perdamaian merupakan penghinaan terhadap kebanggaan nasional.

Sebab, pada tanggal dan bulan yang sama tahun 1871, Otto von Bismarck berhasil menyatukan Kerajaan Prusia (sekarang Jerman) menjadi satu bangsa dan negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, pada peristiwa yang sama pula tahun 1701, Wilhelm I dinobatkan sebagai Kaisar Jerman yang baru. Perang Dunia I dimulai 28 Juni 1914 hingga 11 November 1918, dan menewaskan sembilan juta tentara dan melukai 21 juta lainnya di Eropa.

Selain itu, sedikitnya lima juta warga sipil tewas akibat penyakit, kelaparan, maupun dampak lainnya akibat perang. Pemantik perang akibat pembunuhan atas pewaris tahta Kekaisaran Austria-Hungaria, Archduke Franz Ferdinand, di Sarajevo, Bosnia.

Presiden Prabowo Bertemu Dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron

Prancis Bersiap Hadapi Gelombang Demonstrasi Baru, Macron Perketat Pengamanan

Prancis bersiap menghadapi gelombang demonstrasi baru pada akhir pekan ini, Jumat (23 Oktober). Persiapan ini dilakukan menyusul dengan kerusuhan saat demo pekan lalu.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut