Senandung Duka Seorang Pria dalam Elegi Rinaldo
- VIVA.co.id/Zahrotustianah
"Makanya, aku buat tokoh Aldo yang enggak suka bergaul, enggak punya teman. Awalnya memang untuk mengakali karena waktu yang mepet (30 hari), tapi karena karakternya itu, ketika bertemu dengan wanita baru, prosesnya mental-mental. Yang tadinya cuma buat ngakalin tapi jadi satu esensi sendiri, karena sama-sama enggak suka ketemu orang, jadi bikin romance yang geregetan dan aku kuatin di situ," tutur penulis kelahiran Pontianak, 9 Juli 1989 tersebut.
Sejak membuka pre-order pada akhir Desember lalu, minat calon pembaca akan seri Blue Valley, terutama Elegi Rinaldo, begitu tinggi. Ditambah lagi karena berada di bawah naungan Falcon, tentu tak menutup kemungkinan jika seri ini bisa naik ke layar lebar. Dibanderol seharga Rp60 ribu, Elegi Rinaldo dan empat novel lainnya mendapat sambutan yang hangat dari para pembaca millenial dewasa muda.
Selain Elegi Rinaldo dari Bernard Batubara, Blue Valley series juga terdiri atas Melankolia Ninna dari Robin Wijaya, Lara Miya dari Erlin Natawira, Asa Ayuni dari Dyah Rinni, dan Senandika Prisma dari Aditia Yudis. Bara, pria yang memulai karier menulisnya dari dunia puisi ini berharap, dari buku manapun serial ini dibaca, publik akan tergerak untuk membedah buku-buku lainnya.