HSPA Dominasi Teknologi Wireless Broadband

VIVAnews - Lembaga riset internasional Frost & Sullivan memprediksi bahwa akses High Speed Packet Access (HSPA) akan mendominasi pasar pengguna teknologi pita lebar nirkabel di Indonesia.

“HSPA akan dominan dalam teknologi broadband di Indonesia. Broadband akses 3G yang menggunakan HSPA dongle data dan kartu, telah mengalami perkembangan yang bagus di pasar Indonesia," ujar Country Manager Frost & Sullivan Indonesia, Eugene van de Weerd, pada rilis resmi yang diterima VIVAnews, Rabu 2 September 2009.

Kini, operator-operator yang menyediakan pelayanan HSPA telah memiliki sekitar 300 ribu pelanggan pada akhir tahun 2008, yang merupakan jumlah signifikan dari pengguna broadband di Indonesia.

"Pertumbuhan itu diprediksi akan terus berlanjut, khususnya pada berbagai piranti yang membutuhkan koneksi 3G, seperti netbook yang popularitasnya terus meningkat," Eugene melanjutkan.

Teknologi jaringan 3G yang tercepat saat ini mempunyai kemampuan kecepatan download hingga 21 Megabit per detik (Mbps). Sementara teknologi 4G LTE , yang akan diperkenalkan tahun depan di Jepang  akan mempunyai kemampuan mendownload hingga 300 Mbps atau lebih. “

Sementara Frost & Sullivan memperkirakan bahwa teknologi WiMax di Indonesia tak akan mengalami perkembangan yang menggembirakan. “Regulasi dari pemerintah akan mempersulit pengembangan teknologi tersebut di Indonesia," Eugene memperkirakan.

Pasalnya, banyak peraturan yang mengekang perkembangan WiMax, seperti permintaan pemerintah untuk menghadirkan konten lokal dalam WiMax, keputusan untuk menggunakan 802.16 d atau “fixed WiMax” yang bertolak belakang dengan “mobile WiMax”, atau pengunduran pengeluaran ijin yang panjang, sehingga mempersulit operator.

Walaupun demikian, Frost & Sullivan masih melihat adanya potensi terhadap WiMax. "Pemerintah harus bergerak cepat untuk membawa dan mengaplikasikan teknologi tersebut masuk ke pasar Indonesia."