Ketahui Perawatan Laser Wajah dan Pantangan Setelahnya

Ilustrasi kecantikan
Ilustrasi kecantikan
Sumber :
  • Pixabay/jura-photography

VIVA.co.id – Perawatan kecantikan dengan menggunakan laser kini semakin diminati. Teknologi laser diyakini menjadi cara paling efektif untuk menyamarkan tanda-tanda penuaan.

Tidak hanya itu, laser juga bisa dimanfaatkan untuk pengencangan kulit wajah, menghilangkan bulu, pengencangan kulit tubuh, pelangsingan dan mengatasi jerawat. Kendati demikian, sebelum melakukan laser, Anda perlu mengetahui mengenai terapi laser tersebut.

Menurut ahli kulit, dr. Ruri D. Pamela, SpKK dari Celv Clinic, ada beberapa jenis terapi laser yang bisa dipilih, yakni laser ablatif dan nonablatif. Teknik laser ablatif merupakan jenis laser yang menimbulkan luka di luar atau bertindak seperti pengelupasan, yang menggunakan panjang gelombang 532 nanometer (nm) dan 1064 nm.

"Teknik laser ablatif memiliki efek samping karena pada prosesnya menimbulkan luka di luar," ujarnya kepada VIVA.co.id di kawasan Jakarta Selatan, Rabu, 25 Januari 2017.

Dia menambahkan bahwa teknik laser ini  akan membuat wajah menggelap seperti terbakar pada awalnya. Untuk perawatan laser ini, Anda bisa melakukannya dalam frekuensi sebulan atau dua bulan sekali untuk hasil yang lebih baik.

Sedangkan laser nonablatif adalah laser yang tidak melakukan perusakan kulit sama sekali. Laser jenis ini hanya memanfaatkan panas untuk merangsang pertumbuhan kolagen, namun hasil yang didapat sangat lama karena memerlukan tindakan pengulangan, paling tidak tiga minggu sekali.

"Laser nonablatif memang tidak menyebabkan luka pada wajah karena energi panasnya menghantar kolagen ke dalam kulit. Namun untuk hasilnya, tidak semaksimal ablatif," kata dia.

Halaman Selanjutnya
img_title