Rupiah Diuntungkan Pelemahan Dolar AS

Dolar AS.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA.co.id – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat perlahan telah kembali menguat. Kondisi itu terutama akibat pelemahan dolar di pasar global, setelah kemarin menguat 11 poin atau 0,08 persen ke Rp13.349 per dolar AS.

img_title Harga Minyak Tembus US$115 per Barel, Rupiah Ikut Tertekan

Analis Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, mengatakan, penguatan rupiah juga dibayangi dari penantian data inflasi besok yang diperkirakan naik, dan angka pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pekan depan yang mungkin melambat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di samping itu, ditambah oleh sentimen situasi politik menjelang pemilihan gubernur DKI Jakarta yang disinyalir dapat memengaruhi pergerakan rupiah.

img_title Rupiah Melemah ke Rp18.080 per Dolar AS, Konflik Houthi dan Harga Minyak Jadi Sorotan

"Ketidakpastian di pasar keuangan tetap tinggi. Rupiah berpeluang menguat lagi hari ini seiring dengan dollar index yang terus turun," ujarnya di Jakarta, Selasa, 31 Januari 2017.

Selain itu, Rangga menjelaskan potensi penguatan rupiah yang didorong dari pelemahan dolar semalam, juga merespons angka pertumbuhan AS yang sangat buruk dan respons negatif kebijakan larangan masuk penduduk tujuh negara muslim. 

img_title Rupiah Tertekan ke Rp17.913 per Dolar AS, Pasar Waspadai Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

"Pasar saham AS juga terkoreksi merespons hal itu, sehingga di sisi lain mendorong perpindahan dana ke surat utang AS yang imbal hasilnya terus turun," tuturnya.

Namun, kata Rangga, fokus saat ini mulai beralih ke rapat The Fed yang akan dimulai nanti malam dan disimpulkan Kamis dini hari. "Saat ini, peluang kenaikan Fed Fund Rate, target lanjutan masih sangat rendah," ujarnya. 

Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo di Rapimnas Kadin 2026

Rupiah Dibayangi Ancaman Rp21.000 per Dolar AS, Ini 4 Hal yang Harus Segera Dibenahi

Rupiah kini terancam melemah hingga angka Rp21.000 per dolar AS. BI sekarang semakin menegaskan stabilitas kurs, sementara pembenahan pasar modal menjadi sorotan.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut