Studi: Memiliki Pribadi Impulsif Rentan Idap Obesitas

wanita Obesitas liburan
Sumber :
  • pixabay/faniadimas

VIVA.co.id – Menurut sebuah penelitian, seseorang yang suka mengambil keputusan secara tiba-tiba (impulsif) berisiko mengalami obesitas.

img_title Terapi Pengelolaan Berat Badan & Lindungi Kesehatan Jantung Jadi Tema World Heart Day 2026

Kepribadian impulsif adalah sebuah perilaku tidak konsisten, tiba-tiba berubah, dan selalu melakukan hal di luar rencana. Perilaku impulsif juga tidak didukung dengan alasan yang kuat dan pada umumnya sikap-sikap yang dilakukan tidak rasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Obesity ini, mengaitkan antara kepribadian impulsif dengan tingginya Body Mass Indeks (BMI) atau indeks massa tubuh seseorang.

img_title Perut Pria Makin Buncit Setelah Usia 40? Ini yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh

Dilansir Indianexspress, temuan ini menunjukkan bahwa memiliki kepribadian yang impulsif, cenderung bereaksi tanpa pikir panjang dan hal tersebut dilakukan berulang-ulang. Hal itulah yang menjadi faktor utama penghubung pola otak yang impulsif dan tingginya indeks masa tubuh.

"Poin penelitian kami berporos pada kepribadian impulsif. Faktor tersebut memicu risiko berat badan," kata pemimpin peneliti Francesca Filbey, Associate Professor di University of Texas di Dallas.

img_title Waspadai Produk Obat Abal-abal, BPOM Ingatkan Penanganan Obesitas Tak Bisa Instan

Ia menambahkan bahwa kegemukan dan obesitas dikenal sebagai pemicu naiknya tekanan tekanan darah dan penyebab utama stroke.

Selain itu terkait stroke, kelebihan berat badan juga meningkatkan kemungkinan munculnya kolesterol, gula darah tinggi dan penyakit jantung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Perawatan yang menyediakan keterampilan mengatasi perilaku impulsif  bisa menjadi komponen penting untuk program penurunan berat badan yang efektif,”  kata Filbey.

Dalam laporannya peneliti menggunakan skala sensasi impulsif untuk mengukur karakteristik kepribadian bawaan. Ukuran neuro-psikologis digunakan untuk menilai apakah individu memiliki  gaya pengambilan keputusan yang lebih impulsif atau hati-hati.

Ilustrasi obesitas/kegemukan.

Bukan Cuma Pangkas Berat Badan, Obat Obesitas Ini Dikaitkan dengan Penurunan Lemak Hati

Penanganan obesitas tidak hanya berkaitan dengan angka timbangan. Kondisi organ dalam, termasuk hati, juga menjadi perhatian karena penumpukan lemak di organ tersebut.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut