Waspada, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi Kamis Ini

Mata uang rupiah dan dolar AS.
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan kembali berpotensi melemah hari ini meskipun pada perdagangan kemarin sempat berhasil ditutup menguat tipis.

img_title Harga Minyak Tembus US$115 per Barel, Rupiah Ikut Tertekan

"Namun demikian, tetap kami harapkan agar pelemahan tersebut dapat lebih terbatas agar tidak membentuk tren pelemahan lebih dalam," kata analis dari Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, di Jakarta, Kamis 2 Februari 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Reza menjelaskan, laju rupiah dapat kembali mengalami pelemahan setelah mata uang dolar Paman Sam kembali menggeliat. 

img_title Rupiah Melemah ke Rp18.080 per Dolar AS, Konflik Houthi dan Harga Minyak Jadi Sorotan

"Pelaku pasar memanfaatkan pelemahan laju dolar AS sebelumnya sembari mencermati imbas dari berbagai kebijakan yang dikeluarkan Presiden Trump," tuturnya.

Reza menuturkan, jika penutupan kemarin laju dolar menguat, lantaran setelah Presiden Trump mengeluarkan pernyataan bahwa Jepang dan Tiongkok telah mengambil kesempatan menguasai ekonomi dengan melakukan devaluasi mata uangnya.

img_title Rupiah Tertekan ke Rp17.913 per Dolar AS, Pasar Waspadai Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Tidak hanya itu, lanjutnya, pelaku pasar juga mencermati pergerakan harga minyak mentah dunia seiring penantian progres dari pengurangan produksi sebagian besar negara penghasil minyak mentah.

"Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran Rp13.390 hingga Rp13.340 per dolar AS," ujar Reza. (ren)

Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo di Rapimnas Kadin 2026

Rupiah Dibayangi Ancaman Rp21.000 per Dolar AS, Ini 4 Hal yang Harus Segera Dibenahi

Rupiah kini terancam melemah hingga angka Rp21.000 per dolar AS. BI sekarang semakin menegaskan stabilitas kurs, sementara pembenahan pasar modal menjadi sorotan.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut