Darmin: Pemangkasan APBN Buat Konsumsi Pemerintah Minus

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution
Sumber :
  • Istimewa

VIVA.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution tak memungkiri, pemangkasan anggaran di pertengahan tahun lalu, menjadi alasan utama konsumsi pemerintah terhadap geliat perekonomian sepanjang tahun lalu tidak teroptimalisasi dengan baik.

img_title Sri Mulyani Kasih Sinyal Efisiensi Anggaran Lanjut di APBN 2026

“Sehingga, mau tidak mau konsumsi pemerintahnya jadi minus,” kata Darmin, saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin 6 Februari 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Badan Pusat Statistik mencatat, gelontoran belanja pemerintah tahun lalu hanya berdampak tipis terhadap pergerakan perekonomian nasional pada 2016. Berdasarkan data otoritas statistik, konsumsi pemerintah pada tahun lalu, justru minus 0,15 persen.

img_title KY Ungkap Dampak Efisiensi Anggaran dari Pemerintah: Sejumlah Laporan Potensi Mandek

Meskipun konsumsi pemerintah di kuartal keempat berkontribusi lebih apabila dibandingkan dengan konsumsi pada kuartal III-2016, secara year on year dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, justru mencatatkan minus 4,05 persen.

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu memandang, meskipun konsumsi pemerintah tidak bisa menjadi daya gedor yang signifikan terhadap perekonomian sepanjang tahun lalu, namun capaian tersebut dianggap lebih ideal di tengah ketidakpastian.

img_title Dewan Pers Efisiensi Anggaran Rp19,8 Miliar, Uji Kompetensi Wartawan Terganggu

Darmin mengaku optimistis, dengan postur anggaran yang dirancang tahun ini, akan memiliki implikasi lebih terhadap perekonomian nasional. Terutama, dari gelontoran belanja pemerintah yang mampu meningkatkan daya beli masyarakat.

“APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) sudah lebih normal. Konsumsi rumah tangga akan lebih baik. Kemudian investasi, bergabung dengan konsumsi pemerintah yang membaik,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah, ditegaskan mantan Direktur Jenderal Pajak itu, akan terus berupaya untuk mempertajam berbagai kebijakan yang sudah dikeluarkan. Misalnya, kebijakan di sektor manufaktur dan pariwisata, yang memiliki dampak berkelanjutan.

“Masih perlu penajaman kebijakan, sehingga pertumbuhannya bisa diusahakan lebih tinggi,” katanya. (asp)

Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta

Rapat Paripurna DPRD DKI Memanas, Anggota Interupsi hingga Walk Out

Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta dengan agenda penyampaian dan penandatanganan Ranperda tentang APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 berlangsung panas hingga walk out.

img_title
VIVA.co.id
12 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut