Cerita Vokalis Andra and The Backbone, Si Mantan Jurnalis
- instagram Deddy Lisan
VIVA.co.id – Vokalis Andra and The Backbone, Deddy Lisan, dahulu merupakan seorang jurnalis. Kiprahnya pada saat aktif mewartakan berita, konon masih ia kenang sampai saat ini.Walau telah 10 tahun hengkang dari dunia tersebut, ternyata ia masih mengamati pergerakan-pergerakan media yang terjadi.
Banyak hal yang ia dapat selama menggeluti ranah tersebut. Terakhir, pada kurun 2002-2006, ia menulis topik seputar musik dan olahraga di Majalah Hai.
"Senang sekali, karena salah satu pekerjaan yang paling saya nikmati adalah menjadi wartawan. Setelah lulus kuliah, saya bisa masuk dunia kerja yang menantang kreativitas, dikejar deadline, tapi masih bisa ketawa-ketawa," kata Deddy, Kamis 9 Februari 2017
Pertemuannya dengan Andra Ramadhan, pentolan Andra and the Backbone, konon terjadi saat Deddy tengah meliput sosok gitaris andal tersebut. Ditawari menjadi vokalis, ia kemudian undur diri dari profesi wartawan.
"Lewat pergaulan dan jaringan, akhirnya ada tawaran dari Andra. Saya resign karena enggak mungkin kerjain dua hal sekaligus," tuturnya.
Itulah sebabnya, Deddy mengaku telah fasih dalam menghadapi suasana saat konferensi pers berlangsung. Ia memiliki kemampuan tersendiri, yakni membaca gerak-gerik pertanyaan yang bakal diajukan.
"Karena yang mereka kerjakan itu pernah saya kerjakan dulu, jadi kadang-kadang sebelum dimulai wawancara, saya tahu mau ditanya apa," kata vokalis bersuara serak-serak basah tersebut.
Menjadi wartawan di era modern, konon banyak tantangannya. Lebih lanjut, Deddy menjelaskan bahwa media sosial dan portal sejenis yang hadir dewasa ini, membuat tantangan para pelaku media kian meninggi.
"Sekarang ada fitur baru kayak citizen journalism, lalu dengan adanya Twitter, Instagram, dan segala macam, sekarang setiap orang bisa jadi sumber berita. Saya pikir tantangannya makin tinggi," kata Deddy, menjelaskan kepada awak media.
Bertepatan dengan Hari Pers Nasional, tentu Deddy menaruh harapannya sendiri ketika ditanya soal harapan atas mantan profesinya. Ia ingin agar pekerjaan ini dapat lebih maju dan mampu diandalkan.
“Harapannya semakin maju dan bisa menjadi sumber informasi yang diandalkan serta dipercaya. Apalagi kalau ingat zaman saya kuliah dulu, salah satu pilar demokrasi adalah pers," tutur Deddy Lisan, teringat semasa menempuh studi S-1 di Universitas Indonesia dahulu.