Jelang Pilkda Serentak, Rupiah Terus Melemah

Rupiah
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA.co.id – Menjelang pemilihan kepala daerah atau Pilkada Serentak, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang hari ini diperkirakan terus melemah. Namun, diharapkan pelemahan rupiah bersifat terbatas.

img_title Rupiah Dibayangi Ancaman Rp21.000 per Dolar AS, Ini 4 Hal yang Harus Segera Dibenahi

Analis Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, mengungkapkan, selain faktor pilkada, rupiah saat ini juga masih di bawah tekanan menguatnya dolar AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ketidakpastian hasil pilkada DKI Jakarta yang bercampur dengan penguatan dolar, diperkirakan bisa mempertahankan tekanan depresiasi terhadap rupiah," kata dia di Jakarta, Selasa 14 Februari 2017.

img_title Harga Minyak Tembus US$115 per Barel, Rupiah Ikut Tertekan

Menurutnya, lanjutan pelemahan berkaca pada perdagangan kemarin, di mana rupiah melemah bersamaan dengan kembalinya penguatan dolar di pasar Asia. 

Rangga menjelaskan, indeks dolar tengah melanjutkan penguatannya menjelang pidato Yellen nanti malam. 

img_title Rupiah Melemah ke Rp18.080 per Dolar AS, Konflik Houthi dan Harga Minyak Jadi Sorotan

"Kepuasan Yellen terhadap perbaikan serapan tenaga kerja AS bisa semakin mendorong penguatan dolar," tuturnya.

Meskipun demikian, Rangga berharap membaiknya data perdagangan ekonomi nasional serta optimisme yang tersirat dari hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) mendatang bisa mempertahankan sentimen positif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Selain menunggu data perdagangan di Kamis minggu ini, hasil RDG juga ditunggu, BI RR rate diperkirakan tetap," ujarnya.

Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia, pelemahan rupiah sudah terjadi sejak kemarin. Rupiah pada Senin dibanderol Rp13.330 per dolar AS, melemah dari perdagangan akhir pekan lalu yang dibanderol Rp13.18 per dolar AS. (ren)

Ilustrasi rupiah dan dolar

Rupiah Terancam Betah di Atas Rp18.000 hingga Akhir 2026, Dolar AS Makin Perkasa

Rupiah diprediksi bertahan di atas Rp18.000 hingga akhir 2026, bahkan berpotensi menyentuh Rp18.350 per dolar AS. Ini dampaknya bagi ekonomi Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut