Bos Dibui, Saham Samsung Electronics Melorot

Bos Samsung Grup, Jay Y Lee (tengah)
Sumber :
  • Shin Wong-soo/News1 via REUTERS

VIVA.co.id – Pasar saham di kawasan Asia dan Pasifik dibuka memerah pagi ini, terjerat kinerja negatif sebagian besar indeks di Wall Street. Kasus skandal korupsi bos Samsung di Korea Selatan juga jadi sorotan investor pasar saham di kawasan. 

img_title WhatsApp Tinggalkan Pengguna HP Samsung Series S hingga Asus Zenfone

Dilansir dari CNBC, Jumat 17 Februari 2017, Bos Samsung Jay Y. Lee ditangkap pagi ini, karena dituduh korupsi yang juga melibatkan Presiden Korsel Park Geun-Hye. Lee ditahan di penjara Seoul, sambil menunggu keputusan pengadilan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lee dan Samsung melalui juru bicaranya membantah telah melakukan kesalahan atau terlibat pada kasus tersebut. 

img_title Harga HP Samsung, Oppo, dan Vivo Terbaru Oktober 2026, Ada Perubahan yang Perlu Diketahui

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa kebenaran terungkap dalam pengadilan," ujarnya. 

Indeks Kospi turun 0,35 persen sementara Kosdaq naik 0,15 persen. Saham Samsung Electronic turun 0,4 persen pada perdagangan pagi ini. Sedangkan, Saham Samsung SDi naik 0,4 persen, Samsung Electri-Mechanics naik 0,7 persen, Samsung C & T turun 2 persen dan Samsung Engineering turun 2 persen. 

img_title 5 HP Lipat yang Makin Panas Bersaing pada 2026, Terbaru Ada iPhone Duo

Bergeser ke Jepang, Nikkei stock Average turun 0,69 persen dan indeks Topix turun 0,59 persen. Di Australia, Indeks ASX 200 diperdagangkan turun 0,24 persen, terdorong merosotnya saham-saham emiten energi di negara tersebut. 

Saham Rio Tinto turun 1,66 persen, Fortescue turun 2,84 persen dan BHP Bilinton turun 1.93 persen.
 

Ilustrasi pesaingan chipset

Chipset HP Makin Canggih! Persaingan Qualcomm, MediaTek, dan Samsung Memanas

Persaingan chipset HP makin panas! Qualcomm, MediaTek, dan Samsung berlomba menghadirkan prosesor dengan performa tinggi, AI canggih, gaming lancar, dan efisiensi daya.

img_title
VIVA.co.id
9 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut