Jelang Rilis The Fed, Rupiah Masih Tertekan

Dolar AS dan rupiah.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sepertinya dapat kembali tertekan akibat sentimen negatif global dan iklim ekonomi dalam negeri yang belum mampu menolong rupiah.

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.896 per Dolar AS pada Jumat Pagi, Naik 19 Poin

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, kembali naiknya laju dolar jelang pertemuan para pemimpin The Fed  akan membuat mata uang rupiah tertekan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Aksi tunggu dari pelaku pasar terhadap sinyal waktu untuk kenaikan suku bunga acuan The Fed kembali membuat laju dolar mengalami kenaikan," kata Reza di Jakarta, Rabu, 22 Februari 2017.

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.855, BI Ungkap Strategi Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global

Seperti diketahui, The Fed akan merilis suku bunganya yang sebelumnya pasar menantikan sinyal terhadap adanya potensi kenaikan.

"Meski belum terlalu jelas bagaimana hasil dari The Fed meeting, namun tampaknya pasar telah merespons dan mengantisipasi dengan kembali memburu kembali dolar," tuturnya.

img_title Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Tapi Diprediksi Melemah Jelang Keputusan Suku Bunga BI

Di sisi lain, laju euro yang melemah setelah sentimen dari kekhawatiran penyelenggaraan pemilu Presiden Prancis dan Brexit, berakibat pada laju dolar yang kembali naik dan akhirnya berimbas pada sejumlah mata uang lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Reza memperkirakan, ruang gerak rupiah hari ini akan berada di kisaran Rp13.390 hingga Rp13.348 per dolar AS.

"Tetap perlu dicermati imbas dari pergerakan sejumlah mata uang Asia lainnya terhadap laju dolar dan data-data ekonomi lainnya serta antisipasi terhadap perubahan arah rupiah," ujar Reza.
 

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Tertekan ke Rp17.913 per Dolar AS, Pasar Waspadai Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Rupiah melemah ke Rp17.913 per dolar AS pada sore hari ini, Senin 12 Oktober 2026. Pasar mencermati sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan data inflasi AS.

img_title
VIVA.co.id
12 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut