Manfaatkan Momentum, Rupiah Diharapkan Menguat

Proses penghitungan uang rupiah.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id – Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diharapkan dapat kembali melanjutkan penguatannya setelah perdagangan kemarin ditutup di jalur hijau.

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.896 per Dolar AS pada Jumat Pagi, Naik 19 Poin

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, peluang menguatnya rupiah hari ini dengan memanfaatkan penguatan laju dolar yang kembali melemah jelang rapat The Fed.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kekhawatiran kami akan kembali naiknya laju dolar jelang rilis rapat The Fed tampaknya tidak terjadi sehingga kami harapkan laju rupiah dapat memanfaatkan momen ini untuk kembali menguat," kata Reza di Jakarta, Kamis, 23 Februari 2017.

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.855, BI Ungkap Strategi Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global

Ia menjelaskan, laju rupiah kembali mengalami kenaikan meski pelaku pasar keuangan telah memprediksi adanya sinyal The Fed yang akan berpotensi menaikkan suku bunganya.

"Dengan adanya agenda tersebut, laju dolar tidak seperti biasanya yang cenderung terapresiasi. Kali ini laju dolar justru berbalik melemah di pasar valas Asia. Bahkan ketidakpastian di Eropa juga turut menekan EUR sehingga hampir mayoritas mata uang Asia bergerak menguat, termasuk rupiah," tuturnya.

img_title Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Tapi Diprediksi Melemah Jelang Keputusan Suku Bunga BI

Pihaknya memperkirakan, rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.324 hingga Rp13.380 per dolar AS.
 

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Tertekan ke Rp17.913 per Dolar AS, Pasar Waspadai Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Rupiah melemah ke Rp17.913 per dolar AS pada sore hari ini, Senin 12 Oktober 2026. Pasar mencermati sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan data inflasi AS.

img_title
VIVA.co.id
12 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut