BI Siap Intervensi Jika Rupiah Terlempar dari Fundamentalnya

Uang Rupiah Baru.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Moh Nadlir

VIVA.co.id – Bank Indonesia terus menjaga nilai tukar rupiah agar tetap dalam fundamentalnya. Bank sentral pun siap melakukan intervensi, apabila terjadi gejolak yang menyebabkan rupiah keluar dari fundamentalnya.

img_title Rupiah Melemah ke Rp18.080 per Dolar AS, Konflik Houthi dan Harga Minyak Jadi Sorotan

Gubernur BI, Agus Martowardojo, memandang gonjang-ganjing kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat tahun ini memang menjadi salah satu sentimen, yang dikhawatirkan akan memengaruhi gerak rupiah. Namun secara umum, para pelaku pasar sudah memprediksi hal tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi, Indonesia juga merespons dengan baik kondisi secara umum,” kata Agus, Jakarta, Senin 6 Maret 2017.

img_title Rupiah Tertekan ke Rp17.913 per Dolar AS, Pasar Waspadai Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Secara garis besar, Agus menilai, ketidakpastian The Fed tidak akan terlalu mengganggu stabilitas makro ekonomi Indonesia. Hal tersebut tercermin dari sejumlah indikator perekonomian nasional yang bergerak cukup menggembirakan akhir-akhir ini.

“Ini ditandai oleh pertumbuhan ekonomi, inflasi, NPL (non performing loan), NPI (neraca pembayaran Indonesia), transaksi berjalan yang terjaga. Sehingga, risiko arus balik modal tidak terkehendaki,” ujarnya.

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.896 per Dolar AS pada Jumat Pagi, Naik 19 Poin

Kendati demikian, bukan berarti bank sentral tidak mewaspadai potensi sentimen negatif yang bisa diberikan. Mantan menteri keuangan itu mengatakan, bank sentral akan siap melakukan intervensi, apabila mata uang Garuda lari dari nilai fundamentalnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami akan jaga agar tetap dalam kondisi volatilitasnya terjaga. Jadi kalau terjadi volatilitas tinggi, pasti BI akan merespons,” ujarnya.

Sebagai informasi, berdasarkan kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate BI, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini berada di posisi Rp13.364, menguat Rp11 dari posisi hari sebelumnya, yang tercatat di posisi Rp13.375 per dolar AS. (ren)

Ilustrasi Minyak Dunia

Harga Minyak Tembus US$115 per Barel, Rupiah Ikut Tertekan

BI mengungkapkan penyebab saat ini rupiah melemah ke angka Rp18.184 per dolar AS, mulai dari konflik Timur Tengah, penguatan dolar hingga sentimen MSCI.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut