Manfaat 'Dark Data' Bagi Industri dan Bisnis

Ilustrasi dark data
Sumber :
  • www.pixabay.com/geralt

VIVA.co.id – Setiap harinya begitu banyak data yang dihasilkan oleh pelaku industri dan bisnis. Sayangnya, data itu tidak bisa dimanfaatkan untuk peluang kemajuan industri dan bisnis tersebut.

img_title Startup Anak Bangsa Coba Peruntungan di Bisnis Big Data

Contoh sederhana, di bidang kesehatan, pastinya ada data pasien setiap kunjungan atau rekam medis. Namun, yang disayangkan, rumah sakit sebagai pengelola tidak bisa memanfaatkan data-data pasien untuk prediksi kesehatan pasien.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, banyak orang Indonesia yang tetap mencari tempat berobat yang mereka anggap canggih, seperti di Singapura. Padahal, negara-negara di luar hanya memanfaatkan teknologi untuk mengobati dan memprediksi penyakit pasien.

img_title Asing Kuasai Teknologi Big Data, RI Masih Tahap Pengembangan

Perusahaan teknologi, IBM melalui teknologi komputasi IBM Watson mulai mengenalkan solusi kognitif untuk mengolah dan menganalisis 'dark data'. Country Manager Hardware IBM, Al Novam Basukiwijaya mengatakan, 80 persen data yang ada di dunia adalah dark data dalam bentuk tulisan, video dan gambar.

Dalam praktiknya, seringkali pelaku industri dan bisnis melewatkan data-data ini. Padahal, sebenarnya bisa membantu kinerja industri.

img_title Mengapa Perusahaan Kini Rajin Berburu Ilmuwan Data?

Tetapi, jutaan data yang ada, diakui industri dan bisnis tak bisa memanfaatkannya dengan maksimal. Mengakses dan menganalisisnya agar tepat digunakan.

"Dengan IBM Watson, sebuah solusi kognitif yang kami miliki, kami percaya bahwa data-data tersebut termasuk dark data dapat dimanfaatkan oleh perorangan, perusahaan dan organisasi secara maksimal untuk mencari solusi yang efektif. Sudah saatnya Indonesia menjalankan tahap selanjutnya dalam transformasi digital," jelas Al Novam saat ditemui di MidPlaza, Jakarta, Selasa 7 Maret 2017.

Di bidang kesehatan, Al Novam mencontohkan, teknologi Watson Oncology digunakan di Manipal Hospital India. Solusi ini membantu praktisi menganalisis dan memberikan solusi bagi kasus kanker di India.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Watson mampu memahami dan menganalisis kasus-kasus yang ada dan memberikan catatan penting, nantinya akan diulas oleh dokter untuk memberikan diagnosis yang tepat.

Terbukti, dari 12 ahli kanker yang menggunakan Watson Oncology mampu memberikan diagnosis dan rekomendasi pengobatan yang tepat. (asp)

Ilustrasi Big Data.

Memburu Teroris dengan Kecerdasan Buatan

Bisa mengidentifikasi, melacak sampai menghindari ancaman terorisme.

img_title
VIVA.co.id
23 Mei 2018
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut