Pendeta Bethel: Ajaran Ini Sangat Menyimpang
VIVAnews - Ratusan pendeta dan warga Kristiani mendatangi kantor Kesatuan Bangsa Sulawesi Utara (Sulut), untuk menyerahkan sejumlah bukti video dan rekaman audio kepada pihak Kesbang Sulut.
Kedatangan para pemuka agama itu, terkait dugaan mengenai aliran sesat dalam proses peribadatan di Kota Manado, yang akan merusak ajaran agama yang sebenarnya.
Dalam rapat bersama sejumlah saksi yang pernah terlibat dalam aliran sesat tersebut, juga ikut serta menyampaikan sejumlah kesaksian mengenai aktivitas ajarsan sesat tersebut.
Pendeta Gereja Bethel Indonesia, Hanny Pantouw menyatakan, selain kekerasan yang dilakukan oknum pimpinan aliran sesat itu, sejumlah khotbah yang disampaikan dari pemimpin ibadah itu, diduga sangat menyimpang.
"Doktrin menyimpang lain yang diajarkan pemimpin ini mengajarkan konsep mencuri dan membunuh yang di legalkan," kata Hanny Pantouw.
Laporan: Irsal | Manado (tvone)