Alasan Kenapa Sebagian Besar Anggaran Pendidikan untuk Guru

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.
Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

VIVA.co.id – Bank Dunia menyebutkan, sebagian besar alokasi anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hanya diperuntukkan untuk menaikkan tunjangan para guru. Sementara di saat bersamaan, kualitas pendidikan yang diberikan belum memenuhi standarisasi.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo tak memungkiri, sebagian besar alokasi anggaran pendidikan dipergunakan untuk meningkatkan kesejahteraan para guru. Bendahara negara, kata Mardiasmo, memiliki alasan kuat dengan memprioritaskan kesejahteraan para guru.

“Kalau gurunya memble, muridnya memble. Guru itu pertama, supaya kuantitas dan kualitasnya terpenuhi,” jelas Mardiasmo, Jakarta, Selasa 21 Maret 2017.

Mardiasmo menyadari, kualitas pendidikan yang diberikan di tiap daerah tidak setara. Ada beberapa daerah terpencil, yang tidak mendapatkan kualitas pendidikan yang sama, seperti di kota-kota besar. Namun, tak sedikit para pengajar yang ingin mendedikasikan diri untuk mengajar di kota terpecil.

Maka dari itu, pemerintah pun mengambil inisiatif dengan meningkatkan kesejahteraan para guru, dengan berbagai cara. Salah satu tujuannya, demi kualitas pendidikan di berbagai pulau di Indonesia bisa seimbang, dan pada akhirnya menciptakan sumber daya manusia yang jauh lebih berkualitas.

“Menyediakan guru di daerah terpencil jadi tantangan kami, karena rata-rata guru lebih suka mengajar di perkotaan,” katanya.

Tidak hanya itu, para guru pun bisa mendapatkan beasiswa untuk memperbaiki kualitasnya. Berbagai insentif itu diberikan, demi memajukan sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Namun, Mardiasmo membantah, hanya para guru yang mendapatkan insentif seperti itu.

Halaman Selanjutnya
img_title