- Istimewa
Dinamisnya perkembangan di kawasan industri Jababeka, tak lepas dari semakin terbukanya akses dari dan menuju ke kawasan tersebut. Saat ini, Cikarang hanya terpaut 35 kilometer dari Jakarta, atau dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.
Cikarang juga memiliki keunggulan, karena dekat dengan Bandara Halim Perdana Kusuma, Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok. Sementara itu, rencana pembangunan infrastruktur Pelabuhan Patimban di Subang dan Bandara Kertajati di Majelengka, Jawa Barat, akan mempercepat pengembangan kawasan industri di daerah Cikarang (Bekasi), Karawang, dan sekitarnya.
kedua infrastruktur strategis itu juga akan terkoneksi dengan akses jalan tol, sehingga dapat memperlancar jalur logistik dari kawasan industri di daerah Cikarang-Karawang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Selain diakses melalui dua pintu tol, yakni KM 31 Cikarang Barat dan KM 34,7 Cibatu, Kota Jababeka juga sangat dekat dengan dua stasiun kereta api yang nantinya akan dilintasi Commuter Line yakni stasiun Lemahabang dan stasiun Cikarang. Bahkan, stasiun Cikarang nantinya akan menjadi hub station untuk kereta-kereta dari Jawa dan Bandung, termasuk rencana pembukaan pintu tol KM 29 yang direncanakan akan dilakukan di tahun 2017 menuju Kota Jababeka.
Kawasan Industri Jababeka sangat diuntungkan, karena pemerintah saat ini memfokuskan pengembangan infrastruktur di timur Jakarta, termasuk area Jababeka, seperti rencana pembangunan dua stasiun Commuter Line Jabodetabek di Cikarang Utara, dekat Kota Jababeka, termasuk jalur mass rapid transit ( MRT) jalur Balaraja – Cikarang yang direncanakan mulai dibangun pada 2020, light rail transit (LRT) yang sudah mulai dibangun dari Jakarta – Bekasi Timur, jalan tol layang (elevated toll road) Jakarta – Cikampek dari KM 8 sampai KM 45 yang pembangunannya sudah dimulai pada bulan Maret 2017, dan kereta cepat (high speed train) yang melintasi kawasan Cikarang
Keunggulan lainnya, adalah fasilitas lingkungan kawasan industri yang lengkap. Jababeka memiliki pengolahan air bersih (water treatment plant) yang hasilnya disalurkan untuk sektor industri dan hunian, serta terdapat pengolahan air limbah (waste water treatment plant) yang dikelola oleh anak usaha lainnya, PT Jababeka Infrastruktur.
Dua fasilitas pengolahan air limbah memiliki kapasitas sampai 42 ribu meter kubik, sedangkan satu fasilitas pengolahan air bersih memiliki kapasitas 80 ribu meter kubik. PT Jababeka Infrastruktur juga mengembangkan fasilitas fiber optic, yang memudahkan tenant untuk berhubungan antara kantor cabang dan kantor pusat atau juga Data Center.