Hati-hati Sentimen Global Bayangi Ruang Gerak Rupiah

Dolar AS dan rupiah.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, masih rawan koreksi. Namun, pemberitaan adanya kerja sama produktif antara Prancis dan Indonesia, diharapkan dapat menjadi penopang rupiah untuk dapat bergerak stabil.

img_title Rupiah Melemah ke Rp18.080 per Dolar AS, Konflik Houthi dan Harga Minyak Jadi Sorotan

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, pembahasan Kementerian Perindustrian dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), terkait peningkatan daya saing nasional, serta ekspektasi akan positifnya rilis data-data makro di pekan depan, juga dapat menahan pelemahan yang terjadi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Masih rentannya laju rupiah, memberikan celah akan adanya potensi pembalikan arah melemah kembali. Tetap mencermati berbagai macam sentimen yang dapat mengubah arah penguatan rupiah," ujarnya di Jakarta, Kamis, 30 Maret 2017.

img_title Rupiah Tertekan ke Rp17.913 per Dolar AS, Pasar Waspadai Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Reza menjelaskan, pergerakan rupiah yang terjadi sebelumnya, tampaknya sulit untuk diteruskan. Hal tersebut, lantaran adanya sentimen dari pengajuan keluarnya Inggris dari Uni Eropa sebagai kelanjutan hasil jajak pendapat masyarakat Inggris sebelumnya, memberikan efek negatif pada pergerakan laju rupiah.

"Harapan kami, akan terjadinya penguatan sesuai dengan tren yang akan dibentuk kembali terpatahkan," tuturnya.

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.896 per Dolar AS pada Jumat Pagi, Naik 19 Poin

Pihaknya memperkirakan, pergerakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.336 hingga Rp13.283 per dolar AS. (asp)

Ilustrasi Minyak Dunia

Harga Minyak Tembus US$115 per Barel, Rupiah Ikut Tertekan

BI mengungkapkan penyebab saat ini rupiah melemah ke angka Rp18.184 per dolar AS, mulai dari konflik Timur Tengah, penguatan dolar hingga sentimen MSCI.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut