Potensi Besar Ikan Tuna Jadi Primadona di Arab Saudi

Ilustrasi ikan tuna
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Data Badan Pusat Statistik yang diolah oleh Kementerian Perdagangan menunjukkan, ada tren peningkatan nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke Arab Saudi. 

img_title Paviliun Indonesia Raih 14 Kontrak Ekspor Senilai Rp 54,5 Miliar di Food and Hospitality Asia 2026

Pada tahun ini, perusahaan importir produk makanan dan minuman Indonesia asal Arab Saudi Sami Al-Khatiri menghentikan impor tuna kaleng dari Thailand dan mengalihkan pembelian ke Indonesia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nilai impornya sebesar US$385 ribu atau Rp5,1 miliar (kurs Rp13.328 per dolar AS). Dengan jenis produk kemasan seberat 1,8 kilogram dan 80 gram. 

img_title Kemendag Gandeng Tokopedia-TikTok Shop Latih Perempuan Pelaku Usaha Lindung Kekayaan Intelektual

"Keputusan Sami Al-Khatiri merupakan peluang bagus bagi ikan tuna asal Indonesia," kata Konsul Jenderal RI di Jeddah Hery Saripudin dalam keterangan tertulis pada Rabu, 5 April 2017. 

Dia mengatakan, popularitas ikan tuna saat ini semakin menanjak di Arab Saudi, karena adanya kampanye gaya hidup sehat yang digaungkan oleh beberapa supermarket dan hypermarket, seperti Lulu, Al-Madinah, dan Nesto di Jeddah. 

img_title Harga CPO Melonjak Imbas Kondisi Geopolitik dan Tingginya Permintaan

"Sementara itu, hypermarket Otent mempromosikan konsumsi ikan tuna di Riyadh dan sekitarnya," ucapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, nilai ekspor produk ikan Indonesia ke Arab Saudi pada 2012 membukukan nilai transaksi US$886 ribu. Pada 2013, meningkat menjadi US$1,7 juta. Pada 2014, nilainya sempat menurun menjadi US$1,48 juta.

Namun pada 2015, Indonesia dapat meningkatkan ekspor produk perikanan ke Arab Saudi menjadi US$2,74 juta. Selanjutnya pada 2016, menjadi US$5,34 juta atau meningkat 95 persen dibanding 2015. (art)

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti

Optimalkan Perjanjian Dagang, Kemendag dan Kadin Perkuat Sinergi Dongkrak Pasar Ekspor

Kementerian Perdagangan bersama Kadin Indonesia terus memperkuat sinergi, guna mengoptimalkan pemanfaatan berbagai perjanjian dagang yang telah berlaku saat ini.

img_title
VIVA.co.id
8 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut