Serikat Pekerja Berharap JICT Dikelola Mandiri Lewat BUMN
- VIVA.co.id/Muhamad Solihin
"Pembayaran utang PT Pelindo II bukan dibayar dari proyek-proyek yang dibiayai oleh Global Bond, namun diambil dari anak-anak perusahaan Pelindo II," lanjut Nova.
Terkait dasar penerbitan Global Bond, dinilai tidak jelas. Hal ini, karena proyek-proyek pelabuhan yang direncanakan dengan pinjaman belum ada yang teralisir. Sedangkan penggunaan dana pinjaman baru terpakai untuk pelunasan utang asing US$490 juta, modal kerja US$200 juta dan proyek Kalibaru US$202 juta. Sementara itu, masih tersisa senilai US$685 juta.
"Adanya rencana memutar dana global bond dalam produk produk perbankan, menjadi semakin salah kaprah. Karena, tidak sesuai dengan kompetensi usaha Pelindo II. Kami khawatir, aset bangsa ini terjual ke pihak asing, karena tidak mampu membayar hutang,” kata dia.
Sementara itu, Ketua Pansus Angket Pelindo II DPR RI, Rieka Diah Pitaloka menyatakan keheranannya dengan proyek yang masih pra studi kelayakan, namun bisa menarik Global Bond yang begitu besar.
“Seharusnya, dalam menyusun Global Bond yang dananya sangat besar dilakukan secara cermat dan hati hati disesuaikan dengan kebutuhan. Hal ini untuk menghindari kerugian BUMN,” tutur Rieke. (asp)