Hero Jual Gulaku Rp16.500, Mendag Meradang

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita
Sumber :
  • VIVA.co.id/shintaloka Pradita Sicca

VIVA.co.id – Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menemukan gula seharga Rp16.500 dengan volume 750 gram di supermarket Hero, yang ada di Jakarta Pusat. Padahal, ia telah menetapkan harga eceran tertinggi, atau HET gula semua merek sebesar Rp12.500 per kilogram.

img_title Purbaya Catat Defisit APBN Rp 371,5 Triliun Per 30 September 2025, Ini Penyebabnya

Gula yang ditemukannya bermerek Gulaku, dengan kemasan yang berbeda. Ia meminta kepada pihak ritel Hero untuk menghentikan peredaran gula tersebut mulai besok, karena tidak sesuai dengan ketentuan HET untuk tiga komoditas yang sudah aktif pada 10 April 2017 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau dia (Gulaku) tanda tangan nota kesepahaman HET tiga komoditas untuk ritel, you (pihak Hero) enggak boleh terima (gula dengan harga di atas HET). Enggak usah beli. Tujuannya ini, agar nanti ada keseimbangan baru. Yang premium maksimal harga Rp12.500 per kg, yang lain bisa di bawah Rp12.500 per kg," ujarnya di Jakarta Pusat, Rabu 12 April 2017.

img_title Wamendagri Minta Pemda Waspada Kenaikan Harga Komoditas Jelang Nataru

Ia mengungkapkan, pada dasarnya biaya produksi gula itu sama, yaitu sekitar Rp5 ribu per kg, dengan biaya maksimal sekitar Rp6 ribu per kg.

"Yang paling jelek, curah hujan tinggi, rendamannya rendah, itu biayanya Rp7.500-8.000 per kg. Di luar itu, berarti dia sama sekali tidak efisien. Dia sudah menikmati keuntungan terlalu besar," ungkapnya. 

img_title Setoran Pajak Tambang Kendor, Sri Mulyani Ungkap Biang Keroknya

Kendati demikian, ia tetap mengapresiasi inovasi kemasan yang digunakan Gulaku, yang berbeda dengan kemasan produk gula lainnya. Kemasan tersebut, menurutnya, inovasi dari perusahaan yang memberikan nilai tambah. (asp)

Tanker Pertamina Pride.

Harga Komoditas Melonjak Lagi, Potensi Penerimaan Kembali Terlewat: Indonesia Butuh Windfall Tax

Setiap kali harga minyak dunia naik signifikan imbas perang Iran dan Blokade Selat Hormuz, beban subsidi BBM ikut membengkak, Indonesia menghadapi dilema yang berulang.

img_title
VIVA.co.id
17 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut