Manfaatkan Politik Prancis, Rupiah Bisa Naik Lagi

Mata uang rupiah dan dolar AS.
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi melanjutkan penguatannya setelah perdagangan kemarin ditutup di zona hijau dengan memanfaatkan sentimen positif . 

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.896 per Dolar AS pada Jumat Pagi, Naik 19 Poin

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, terkonfirmasinya penguatan rupiah diharapkan dapat bertahan seiring dukungan kenaikan euro dan dolar Kanada terhadap dolar AS. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Rupiah diharapkan dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk dapat kembali menguat," ujarnya di Jakarta, Rabu, 26 April 2017.  

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.855, BI Ungkap Strategi Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global

Reza menjelaskan, masih relinya laju euro setelah merespons kondisi pemilu di Prancis yang menyisakan dua calon kuat, memberikan imbas positif pada laju rupiah yang akhirnya mampu menguat dibandingkan dolar AS. 

Menurutnya, laju euro menguat lantaran sisa calon kuat, terutama Emannuel Macron diperkirakan dapat memenangi pemilihan Presiden Prancis. Macron dianggap sebagai pendukung Uni Eropa dan perbaikan ekonomi Prancis, terutama menciptakan iklim investasi yang lebih bersahabat untuk investor luar menanamkan investasinya di Prancis. 

img_title Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Tapi Diprediksi Melemah Jelang Keputusan Suku Bunga BI

"Di sisi lain, sentimen dari peresmian pabrik baru Mitsubishi di Bekasi turut mewarnai penguatan rupiah yang diharapkan dapat menarik investasi lainnya,"

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, lanjutnya, sentimen dari dalam negeri yang cukup kondusif juga diharapkan dapat mempertahankan penguatan pada rupiah. Cermati berbagai sentimen yang ada dan waspadai sentimen yang dapat mengubah arah rupiah. 

"Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran Rp13.321 hingga Rp13.340 per dolar AS," tuturnya. 

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Tertekan ke Rp17.913 per Dolar AS, Pasar Waspadai Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Rupiah melemah ke Rp17.913 per dolar AS pada sore hari ini, Senin 12 Oktober 2026. Pasar mencermati sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan data inflasi AS.

img_title
VIVA.co.id
12 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut