Jonan Ancam Cabut Kontrak Inpex di Blok Masela

Menteri ESDM Ignasius Jonan di Hotel Darmawangsa, Jakarta.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Fikri Halim

VIVA.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan meminta, Inpex Corporation segera menyelesaikan kajian Pre Front End Engineering Design atau Pre Feed Blok Masela. Ia mengaku telah hilang kesabaran lantaran kajian untuk pengembangan kapasitas kilang Liquefied Natural Gas blok Masela tersebut terlalu lama.

img_title Gas Abadi Blok Masela Diprioritaskan untuk Dalam Negeri, 60 Persen Pasok Industri dan Energi Nasional

Jonan mengatakan, pemerintah sudah memberikan waktu yang cukup bagi kontraktor untuk melakukan kajian yang diminta guna memutuskan kapasitas kilang untuk produksi gas di Blok Masela.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau kelamaan Pre Feed, saya cabut (kontraknya), sampai saya hilang kesabaran, kalau kelamaan saya batalin," kata Jonan di Hotel Borobudur, Jakarta Rabu 3 Mei 2017. 

img_title Proyek Blok Masela Dinilai Jadi Tonggak Penting Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Seperti diketahui, lamanya proses kajian tersebut lantaran belum adanya kesepakatan antara pemerintah dan Inpex terkait skenario kapasitas produksi kilang di blok Masela. Ada dua pandangan yang berbeda terkait kapasitas kilang yang akan dibangun. 

Dari 10,5 MTPA (Million Ton Per Annum) kapasitas yang direncanakan, pemerintah ingin ada produksi gas pipa sebesar 474 mmscfd dan 7,5 MTPA untuk gas LNG. Sementara itu, pihak Inpex mengajukan untuk bisa melakukan produksi gas LNG sebesar 9,5 MTPA dan alokasi gas pipa sebesar 150 mmscfd. 

img_title Proyek Blok Masela Sumbang Penerimaan Negara hingga USD37,8 Miliar

"Pre Feed-nya itu terserah Inpex, kalau kelamaan saya batalin, Ya, sampai saya enggak sabar. Sudah enam bulan saya di ESDM, enggak jalan-jalan," kata Jonan mengancam. (mus)

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Beri Ultimatum ke Jepang soal Blok Masela: Mau Lanjut atau Kami Serahkan ke Perusahaan Lain

Presiden Prabowo akui beri ultimatum pada pimpinan perusahaan Jepang terkait proyek Gas Abadi Masela. Jika tak dilanjutkan, pemerintah siap menyerahkannya ke pihak lain.

img_title
VIVA.co.id
20 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut