Strategi Pelabuhan agar Kapal Asing Tertarik Masuk

Menhub Budi Karya Sumadi
Sumber :
  • VIVA.co.id/M. Ali. Wafa

VIVA.co.id – Konektivitas pelabuhan yang baik dapat terlihat dari terus meningkatnya volume aktivitas yang pelabuhan tersebut. Kondisi ini akan menjadi patokan pemerintah dalam mengukur kinerja pelabuhan yang ada di Indonesia. 

img_title Kemenhub Ungkap Kronologi Terjadinya Insiden Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan, upaya itu merupakan salah satu cara yang paling mudah untuk menjadi perbandingan kinerja antarsatu pelabuhan dengan pelabuhan yang lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pelabuhan suatu konektivitas, komparasinya dapat terlihat dari peningkatan volume. Jika pelabuhan dikatakan baik tetapi tidak ada peningkatan volume (itu) omong kosong,” kata Budi dikutip dari keterangannya, Rabu 17 Mei 2017.

img_title Bangun Budaya Keselamatan Transportasi, Kemenhub Geber Kampanye Keselamatan Pelayaran di Cilacap

Budi mengatakan, untuk peningkatan volume pelabuhan harus beriringan dengan peningkatan pelayanan di pelabuhan. Seperti peningkatan keamanan, pelayanan yang baik kepada pemangku kepentingan (stakeholder)

Budi juga menegaskan pentingnya meningkatkan pelayanan kepada shipping line dan produsen agar dapat meningkatkan volume pelabuhan. 

img_title Kemenhub Sebut Inisiatif Sektor Transportasi Publik Indonesia Berhasil Raih Pengakuan Internasional

“Ada shipping line dari Prancis datang ke Pelindo II (IPC). Ini merupakan lompatan pelayanan Priok (Pelabuhan Tanjung Priok) kepada masyarakat,” ujarnya.

Budi Karya melihat kedatangan kapal tersebut sebagai kemampuan Pelindo II untuk meningkatkan kualitas layanan Pelabuhan Tanjung Priok. Dia juga menerangkan perlunya pelabuhan membuat layanan alternatif agar shipping line asing semakin tertarik untuk datang. 

Salah satu terobosan lain yang diapresiasi adalah waterway yang dirancang oleh Pelindo II. Proyek itu membantu mengurai permasalahan transportasi di jalan darat karena kemacetan, sehingga memberikan alternatif kemacetan dengan jalan yang bagus. 

Waterway merupakan proyek dari Pak Elvyn (Dirut Pelindo II, Elvyn G Masassya), saya pikir ini proyek yang bagus. Kemenhub dan Kementerian PU akan men-support secara bersama agar proyek berjalan,” ujarnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Budi menjelaskan, aspek legal dari proyek waterway harus diperhatikan agar legitimasi proyek dapat diandalkan, sehingga investor dapat mendapatkan cepat balik modal. Aspek penting dari proyek tersebut adalah peningkatan pengiriman logistik yang jauh lebih cepat daripada menggunakan jalur di darat.

“Saya ke sana kemarin cuma 30 menit, padahal kalau lewat darat bisa satu setengah hari. Bisa dibayangkan kalau biasanya satu setengah hari sekarang bisa lebih cepat. Jadi transportasi lain harus juga berkompetisi,” kata Budi.   

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut