Cerita Menteri Amran Pergoki Penimbun Bawang Putih

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kiri) dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
Sumber :
  • Shintaloka Pradita Sicca/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Kementerian Pertanian bersama Satuan Tugas Pangan baru-baru ini menggerebek gudang milik PT Tunas Perkasa Indonesia yang diduga menimbun bawang putih seberat 182 ton. Penimbunan komoditas tersebut diduga menjadi penyebab utama harga bawang putih di tingkat pedagang merangkak naik.

img_title China Perkuat Hak Kekayaan Intelektual, tapi Masih Bersinggungan dengan Hukum Internasional

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan cerita di balik penggerebekan tersebut. Amran mengaku sempat dihubungi oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan mendapatkan kabar bahwa ada importir yang menimbun komoditas bawang putih di wilayah Marunda, Jakarta Utara kemarin, Rabu 17 Mei 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Subuh-subuh, pak Menteri Perdagangan hubungi saya. Tolong ada penimbunan. Kami bergerak dengan Kepolisian. Kami cabut izinnya,” jelas Amran usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis 18 Mei 2017.

img_title Targetkan Swasembada Bawang Putih, Pemerintah Kembangkan 10.000 Hektare Lahan di Jabar

Amran mengaku terus memantau importir-importir beberapa komoditas startegis menjelang bulan puasa. Hal tersebut dilakukan, demi menjaga harga pangan di tingkat pedagang tetap stabil. Namun, sejauh ini pemerintah belum bisa memastikan berapa jumlah terduga penimbun komoditas.

Cabut Izin

img_title Polda Sumsel Targetkan Panen Bawang Putih 810 Ton pada November 2026

Pemerintah pun menegaskan tidak akan main-main dengan para importir yang coba-coba memanipulasi harga di tingkat pedagang. Buktinya, pemerintah pun telah mencabut izin importir yang diduga menimbun barang di gudang Marunda tersebut.

"Izinnya sudah kami cabut. Yang coba main-main lagi, Pak Mendag sudah perintahkan cabut lagi izinnya," tambah Amran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengimbau kepada seluruh importir maupun pedagang harus patuh atas regulasi yang ditetapkan pemerintah. Selain menjual harga yang sesuai dengan yang ditetapkan, pemangku kepentingan lainnya pun diminta tidak menahan stok komoditas.

"Jangan berpikir bakal dapat izin impor lagi. Saya tidak akan kasih izin, sesuai kesepakatan," tegas Enggar. (ren)

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya mengikuti Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Bawang Putih Tahun 2026-2027

Pemprov Sumut Kembangkan 9.624 Hektare Bawang Putih, Dorong Kemandirian Pangan

Pemprov Sumut mengembangkan budidaya bawang putih seluas 9.624 hektare di sembilan kabupaten untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kemandirian pangan.

img_title
VIVA.co.id
8 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut