Band Anak Angin, Simbol Kemajuan Musik Daerah
- dok.ist
VIVA.co.id – Akhirnya, setelah terbentuk pada 2011, akhirnya Band Anak Angin berhasil menelurkan album perdananya yang bertajuk “Jiwa Merdeka”. Rupanya penantian selama enam tahun pun terbayar dengan banyaknya apresiasi dari berbagai pihak pada band asal Tabanan, Bali tersebut.
Salah satu pengamat musik kondang Tanah Air yang memberikan apresiasi kepada band Anak Angin adalah Bens Leo. Bens mengatakan band Anak Angin sangat fenomenal dengan kerja kerasnya selama 6 tahun.
“Cukup fenomenal menurut saya, karena ternyata album ini diluncurkan secara resmi dengan adanya press conference, diskusi musik, bahkan ada konser peluncuran albumnya juga," ucap Bens Leo kepada VIVA.co.id, Senin 22 Mei 2017.
Band Anak Angin digawangi salah satunya dari sang vokalis yang berprofesi sebagai Ketua DPRD Tabanan Bali, yakni I Ketut Boping Suryadi. Bens Leo mengaku jarang ada band yang digawangi oleh seorang politisi yang mengajak anak-anak muda di Bali untuk berkarya lewat musik.
“Menarik bahwa seorang politisi yang telah mencapai tahapan tertentu, dan masih turun ke bawah melalui karyanya ke lapangan untuk mengangkat masalah sosial, kemanusiaan, serta empati terhadap bencana-bencana yang melanda Indonesia, ini merupakan suatu fenomena yang belum pernah ada di indonesia,” ujar Bens.
Kemudian juga, hal menarik lainnya menurut Bens Leo adalah karya musik ini dihasilkan dari sebuah daerah yang sebenarnya tidak terlalu berbicara di dunia musik, yakni Tabanan.
“Jika saya amati, genre musik Anak Angin menurut saya, merupakan musik bertutur atau balada. Di mana, musik bertutur merupakan suatu musik yang menceritakan suatu masalah, kemudian menyelesaikan masalah melalui suatu struktur alunan melodi yang ada. Jadi, dia berada di musiknya Iwan Fals, Oppie Andaresta, Sawung Jabo, dan Ebiet G Ade, itu menarik, pangsa pasar untuk genre ini juga saya rasa jika digali secara luas, komunitas dan penggemarnya ada,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tabanan Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti juga mengapresiasi peluncuran album Anak Angin tersebut bisa mengunggah band-band lokal lainnya di Bali, menuangkan ekspresinya bermusik.