Gerai Sevel Eleven Tutup karena Manajemen yang Lemah

Penirtiban Ijin Waralaba Seven Eleven
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy

VIVA.co.id – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan, penyebab usaha ritel Seven Eleven gulung tikar karena lemahnya manajeman yang berimbas pada keputusan investor. Mendag juga membantah lemahnya sektor usaha ritel di Indonesia menjadi salah satu penyebab Seven Eleven tutup.

img_title Paviliun Indonesia Raih 14 Kontrak Ekspor Senilai Rp 54,5 Miliar di Food and Hospitality Asia 2026

"Ini murni judgment dari pemegang saham, mengapa harus tutup karena mereka ada perhitungan sendiri. Dalam satu usaha, misal merugi, kan ya harus ada keberanian untuk tutup. Tentu ada perhitungan sendiri kenapa tutup," kata Enggar di sela kunjungannya di Pasar Sarijadi Kota Bandung Jawa Barat, Rabu 28 Juni 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, perkembangan usaha ritel di Indonesia sampai saat ini memiliki fase dan catatan yang cukup baik, misalnya, ritel Alfamart dan Indomart terus menunjukan progres positif dari sisi Manajeman dan pemegang saham.

img_title Kemendag Gandeng Tokopedia-TikTok Shop Latih Perempuan Pelaku Usaha Lindung Kekayaan Intelektual

Bahkan, dua ritel yang kerap head to head itu juga kerap memunculkan inovasi - inovasi baru yang berakibat bisa terus mempertahankan laju usaha masing - masing. Menurut Enggar, situasi tersebut seharusnya jadi acuan bagi manajeman Seven Eleven berinovasi dalam persaingan ritel di Indonesia.

"Kalau enggak ada inovasi dan perluasan, seperti itu (bisa tutup). Indomart dan Alfamart head to head. Apakah bisa kita larang dan menyebabkan karyawan kehilangan pekerjaan kan tidak. Tapi bagaimana indomaret dan warung itu juga hidup. Itu kita cari akal," tuturnya.

img_title Harga CPO Melonjak Imbas Kondisi Geopolitik dan Tingginya Permintaan

Menurutnya, kementerian tengah merumuskan formulasi untuk warung tradisional dan usaha ritel bisa bertahan dengan memiliki konsumen masing - masing melalui konsep Distribution Centre. 

"Jadi nanti mereka wajib menyediakan satu distribusian Centre yang harga perolehan dari warung atau pedagang tradisional harus sama atau boleh lebih rendah dari Alfa dan Indomaret. Indomart sudah dilakukan dengan ada Indogrosir. Di Tangerang sudah dilakukan. Prinsipnya harus berikan akses yang sama pada pedagang menengah ke bawah," kata Enggar.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti

Optimalkan Perjanjian Dagang, Kemendag dan Kadin Perkuat Sinergi Dongkrak Pasar Ekspor

Kementerian Perdagangan bersama Kadin Indonesia terus memperkuat sinergi, guna mengoptimalkan pemanfaatan berbagai perjanjian dagang yang telah berlaku saat ini.

img_title
VIVA.co.id
8 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut