Suku Bunga AS Berpotensi Kembali Dinaikkan

Gubernur Bank Sentral AS (The Fed), Janet Yellen.
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id – Bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve menilai perekonomian negara Paman Sam cukup sehat bila suku bunga acuan kembali dinaikkan, dan menurunkan portofolio obligasinya yang dalam jumlah besar. Hal tersebut disampaikan Gubernur The Fed, Janet Yellen di depan kongres AS, Rabu waktu setempat. 

img_title Kadin Indonesia Genap 58 Tahun, Anindya Bakrie Ungkap Fokus Besar untuk Dunia Usaha dan UMKM

Dilansir dari Reuters, Kamis 13 Juli 2017, pada kesempatan itu Janet menggambarkan bahwa ekonomi AS terus bergerak maju secara perlahan. Lapangan kerja meningkat, konsumsi rumah tangga membaik, dan terjadi lonjakan investasi bisnis yang masuk baru-baru ini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"The Fed terus berharap bahwa evolusi ekonomi akan menjamin kenaikan bertahap suku bunga AS," ujarnya. 

img_title Konflik AS-Iran Picu Kenaikan Harga Plastik hingga 50 Persen, Pedagang Pasar Kian Tertekan

Namun, dia menegaskan, kenaikan suku bunga tidak akan dilakukan secara signifikan. Meskipun Fed merasa pengetatan kebijakan moneter bisa dilakukan lebih jauh melihat kondisi ekonomi AS saat ini. 

"(Suku bunga) tidak perlu lagi naik begitu jauh untuk mencapai tingkat netral yang tidak mendorong atau menghambat aktivitas ekonomi," tuturnya. 

img_title Harga Minyak Dunia Tembus US$112, Analis Peringatkan Pertanda Buruk Bagi Ekonomi Global
Fashion show hijab

Industri Fesyen Muslim Indonesia Punya Potensi Ekonomi Besar, Pasar Global Jadi Rebutan

Industri fesyen muslim Indonesia mempertahankan posisi global dan memiliki peluang ekonomi besar melalui pengembangan pasar, kreativitas, serta kolaborasi bisnis.

img_title
VIVA.co.id
13 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut