CEO Telegram Minta Maaf

Pavel Durov, pendiri aplikasi Telegram
Sumber :
  • Facebook/Pavel Durov

VIVA.co.id – Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengaku telah menerima permintaan maaf dari CEO Telegram, Pavel Durov.

img_title Pemerintah Targetkan Pengelolaan Sampah 100% pada Akhir 2029

Menurutnya, pendiri layanan chatting asal Rusia itu selama ini tidak mengetahui bahwa pemerintah Indonesia sudah mengontaknya sejak 2016 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dia (Durov) sudah minta maaf ke kita. Karena tidak tahu kalau kita sudah menghubungi mereka sejak tahun lalu dan mengusulkan beberapa perbaikan proses penanganan konten-konten negatif seperti radikalisme dan terorisme,” kata dia kepada VIVA.co.id, Minggu, 16 Juli 2017.

img_title Pemerintah Putus Akses 7.908 Loker Luar Negeri Fiktif, Tak Ada Celah untuk Penipu

Rudiantara pun mengapresiasi respons yang disampaikan Durov, pihaknya akan menindaklanjuti secepatnya dari sisi teknis yang lebih detail agar standard operational procedure (SOP) bisa segera diimplementasikan.

Namun, Chief RA, sapaan Rudiantara, masih belum menegaskan apakah implementasi SOP ini membuka blokir Telegram atau tidak.

img_title Nominal Hadiah Dipersoalkan, Pemerintah Siapkan Skema Baru untuk Siswa Berprestasi

Sebelumnya, Koordinator SAFEnet, Damar Juniarto, dalam akun Twitter @DamarJuniarto, yang mengatakan bahwa pemerintah segera memproses normalisasi pemblokiran platform chatting tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Barusan Dirjen Aptika (Semuel Abrijani Pangerapan) @Kemkominfo japri saya. Silakan dibaca: "@telegram segera diproses normalisasi", demikian cuitan Damar.

Durov sendiri dalam channel resminya di Telegram menegaskan jika platform-nya bukan teman teroris. Ia berjanji akan bekerjasama dengan Kominfo untuk memberantas konten terorisme di platform-nya tanpa harus menghilangkan hak jutaan pengguna Telegram di Tanah Air.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Pemerintah Siapkan Rp17 Triliun, Beri Bantuan Beras ke 33,2 Juta Keluarga Tak Mampu

Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah mempersiapkan anggaran sebesar Rp17 triliun untuk bantuan beras kepada 33,2 juta keluarga kurang mampu atau miskin.

img_title
VIVA.co.id
8 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut