CEO Telegram Minta Maaf

Pavel Durov, pendiri aplikasi Telegram
Sumber :
  • Facebook/Pavel Durov

VIVA.co.id – Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengaku telah menerima permintaan maaf dari CEO Telegram, Pavel Durov.

img_title Antisipasi Puncak Arus Mudik Nataru, Pemerintah Siapkan Kebijakan WFA 3 Hari

Menurutnya, pendiri layanan chatting asal Rusia itu selama ini tidak mengetahui bahwa pemerintah Indonesia sudah mengontaknya sejak 2016 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dia (Durov) sudah minta maaf ke kita. Karena tidak tahu kalau kita sudah menghubungi mereka sejak tahun lalu dan mengusulkan beberapa perbaikan proses penanganan konten-konten negatif seperti radikalisme dan terorisme,” kata dia kepada VIVA.co.id, Minggu, 16 Juli 2017.

img_title Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Guru Non-ASN jika Tak Lulus CPNS

Rudiantara pun mengapresiasi respons yang disampaikan Durov, pihaknya akan menindaklanjuti secepatnya dari sisi teknis yang lebih detail agar standard operational procedure (SOP) bisa segera diimplementasikan.

Namun, Chief RA, sapaan Rudiantara, masih belum menegaskan apakah implementasi SOP ini membuka blokir Telegram atau tidak.

img_title Hore! Pemerintah Siapkan Stimulus Tiket Pesawat untuk Nataru 2027 Senilai Rp722 Miliar

Sebelumnya, Koordinator SAFEnet, Damar Juniarto, dalam akun Twitter @DamarJuniarto, yang mengatakan bahwa pemerintah segera memproses normalisasi pemblokiran platform chatting tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Barusan Dirjen Aptika (Semuel Abrijani Pangerapan) @Kemkominfo japri saya. Silakan dibaca: "@telegram segera diproses normalisasi", demikian cuitan Damar.

Durov sendiri dalam channel resminya di Telegram menegaskan jika platform-nya bukan teman teroris. Ia berjanji akan bekerjasama dengan Kominfo untuk memberantas konten terorisme di platform-nya tanpa harus menghilangkan hak jutaan pengguna Telegram di Tanah Air.

Ilustrasi arus mudik di Cipali

Pemerintah Siapkan 2.882 Kuota Mudik Gratis ke 10 Kota Sambut Nataru, Cek Daftarnya!

Pemerintah kembali menggelar Mudik Gratis untuk periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Kuota yang disediakan sebanyak 2.882 penumpang dan ke 10 kota.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut