'Layak Investasi' Tak Jamin Penanaman Modal Asing Menggeliat

Gedung BKPM.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA.co.id – Badan Koordinasi Penanaman Modal memperkirakan, peringkat layak investasi yang disematkan lembaga rating internasional kepada Indonesia mampu membawa masuk arus modal asing hingga US$15 miliar. 

img_title Di Tengah Isu Asap Karhutla, Rosan Sebut Singapura Tetap Komitmen Investasi di RI

Kepala BKPM Thomas Lembong mengungkapkan, perbaikan iklim investasi masih menjadi fokus pemerintah ke depan. Meskipun sejauh ini aliran modal asing terus mengalir ke pasar keuangan domestik, sehingga perlu strategi jitu agar arus modal tersebut mengarah ke sektor riil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita masih banyak pekerjaan rumah untuk memicu modal finansial, diterjemahkan menjadi investasi. Itu bagi saya tantangan," kata Thomas dalam konferensi pers, di kantornya, Jakarta, Rabu 26 Juli 2017.

img_title Pemerintah Pacu Hilirisasi Berbasis Teknologi Demi Perluas Peluang Investasi

Berdasarkan catatan BKPM, realisasi Penanaman Modal Asing selama kuartal kedua tahun ini secara nominal mencapai Rp109,9 triliun, atau naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp99,4 triliun. Meski begitu, secara persentase mengalami penurunan.

Sementara, negara-negara terbesar yang menanamkan modalnya di Indonesia selama kuartal kedua, adalah Singapura dengan nilai investasi mencapai US$1,6 miliar. Kemudian, disusul oleh Jepang, China, Hong Kong, sampai dengan Korea Selatan.

img_title Jabar Masih Cetak Realisasi Investasi Tertinggi Nasional, Tembus Rp91 Triliun di Triwulan III 2026

"Investasi dari China terus meningkat. Kualitasnya juga meningkat. Dari kekuatan di sektor padat modal, smelter, dan infrastruktur," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kembali investasi asing, salah satunya adalah kembali merevisi Daftar Negatif Investasi (DNI). Mantan Menteri Perdagangan itu berharap, perubahan kembali DNI bisa dirampungkan pada akhir 2017.

"Beberapa menteri Kabinet Kerja lain sudah mengangkat kemungkinan revisi DNI. Saya pribadi melihat peluang ini sangat baik," katanya. (mus)
 

BPI Danantara.

Rosan Tegaskan Pimpinan Danantara Tunduk Kode Etik soal Investasi Pribadi

Rosan Roeslani memastikan bahwa Danantara Indonesia akan terus memastikan bahwa prinsip tata kelola, transparansi, akuntabilitas, serta pengelolaan konflik kepentingan

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut