Cuaca dan Alih Profesi Petani Buat Harga Garam Meroket

Produksi Garam di Indonesia Turun.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Saiful Bahri

VIVA.co.id – Harga garam merangkak naik usai Ramadan, bahkan saat ini melonjak hingga 100 persen. Seperti garam batu kecil merek GM dari Rp5.000 melonjak hingga Rp10 ribu. 

img_title Pemerintah Bakal Bangun Proyek Industri Garam di Rote Ndao NTT, Total Area Capai 10.764 Hektare

Kepala Dinas Perdagangan Pemkab Bantul, Subiyanto, mengatakan, hampir sebagian besar garam yang beredar di Bantul dan Yogyakarta berasal dari Pantura seperti Pati, Tuban, Juwana, dan Rembang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang paling banyak berasal dari petani garam di Pati Jawa Tengah," kata Subiyanto, di Bantul, Rabu 26 Juli 2017.

img_title Lindungi Industri Dalam Negeri, Pemerintah Diminta Wajibkan Importir Garam Serap Produksi Lokal

Menurut dia, informasi yang diperoleh dari para pedagang di sejumlah pasar tradisional, kenaikan harga garam terjadi akibat petani garam di Pantura beralih profesi sebagai petani tambak udang dan ikan bandeng.

Ia menilai, berubahnya profesi petani tersebut lantaran harganya lebih menjanjikan dibandingkan berjualan garam. "Harga garam dahulu kan murah sekali, tak seimbang dengan tenaga dan biaya yang harus dikeluarkan," ujarnya.

img_title Impor Garam Naik di Awal Tahun 2026, Pemerintah Didorong Batasi Kuota Tambahan

Sementara itu, untuk petani garam dari Madura, kata Subiyanto, terkendala musim kemarau basah sehingga kesulitan untuk memproduksi garam dalam jumlah banyak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dua faktor itu yang bikin harga garam mahal. Alih profesi dan cuaca yang tidak bersahabat," ujarnya.

Dengan kenaikan harga garam yang melonjak 100 persen diharapkan pemerintah pusat turun tangan untuk menekan harga. "Mungkin bisa operasi pasar garam atau yang lainnya karena harga sudah naik di atas 100 persen," tuturnya.

Presiden Prabowo Subianto Rapat Koordinasi di NTT

Prabowo Gelontorkan Rp2 Triliun untuk Kejar Swasembada Garam di Rote Ndao NTT

Pemerintah mulai menggeber pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Rote Ndao, NTT sebagai salah satu tumpuan ambisi mencapai swasembada garam.

img_title
VIVA.co.id
2 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut