Cara Industri Asuransi Hadapi Era Digital

Chief Executive Officer (CEO) PT Asuransi Astra Buana Rudy Chen.
Sumber :
  • Rendra Saputra/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Perkembangan era digital di tengah masyarakat, belakangan ini menuntut sejumlah pegiat bisnis berlomba mengubah haluan strateginya untuk meningkatkan pangsa pasar.

img_title Rebana CEO Club 2025, Bank bjb Perkuat Ekosistem Investasi Dongkrak Ekonomi Jabar

Hal ini pula yang disadari PT Asuransi Astra Buana (Garda Oto). Entitas anak PT Astra International Tbk (ASII) ini pun beradaptasi dengan memunculkan produk layanan melalui digital, agar kuku bisnisnya tak goyah menjawab kebutuhan zaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Chief Executive Officer (CEO) PT Asuransi Astra Buana Rudy Chen, pengaplikasian teknologi digital sangat diperlukan. Apalagi di tengah masyarakat yang makin melek teknologi serta persaingan bisnis asuransi sejak beberapa dekade belakangan yang makin ketat.

img_title Malaysia Juara Keuangan Syariah Global, Posisi Indonesia bikin Kaget

"Maka itu kini kami masuk ke era digital untuk menjawab kebutuhan masyarakat, tren yang kini terus mencuat. Dengan ini pula dapat meningkatkan daya saing kami ke para kompetitor," kata Rudy Chen di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Senin malam, 31 Juli 2017.

Pelakon industri keuangan non bank itu menyatakan, langkah tersebut berkaca pada populernya layanan transportasi berbasis dalam jaringan yang kini makin diminati masyarakat. Di satu sisi menguntungkan penyedia layanan, di sisi lainnya menguntungkan pula pengguna layanan.

img_title Dihantui Ketidakpastian Ekonomi Global, Industri Keuangan RI Berisiko Alami Ini Semester II-2025

"Coba Anda lihat, bagaimana kehadiran transportasi online dapat mengubah kebiasaan masyarakat yang sebelumnya lebih cenderung gunakan angkutan umum. Kini mereka bisa gunakan transportasi hanya dari smartphone. Sektor perbankan pun menerapkan hal sama. Kita lihat ada mobile banking,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, penerapan digitalisasi untuk mendorong kegiatan usaha bukanlah tantangan yang mudah dilakukan. Karena dibutuhkan proses panjang untuk menyempurnakan itu semua.

"Ada kecenderungan tranformasi bisnis konvensional beralih ke digital. Kapan akan booming? Kita enggak tahu juga, sebagai salah satu pemain di asuransi kita persiapkan diri dengan kondisi yang ada," kata Rudy.

Ilustrasi Asuransi Syariah

Bukan Cuma Premi, Tata Kelola Kini Jadi Penentu Kepercayaan Nasabah Asuransi

Penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan jadi fokus industri asuransi, seiring pengakuan atas kinerja perusahaan dan standar GRC yang makin ketat.

img_title
VIVA.co.id
4 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut